<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Fight For Your Dreams!!</title>
	<atom:link href="http://thedreamchaser.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://thedreamchaser.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Sep 2008 01:09:18 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='thedreamchaser.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/f237ef429beea38faae16506fee43705?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Fight For Your Dreams!!</title>
		<link>http://thedreamchaser.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Last Day Orientation in Washington, DC</title>
		<link>http://thedreamchaser.wordpress.com/2008/09/03/last-day-orientation-in-washington-dc/</link>
		<comments>http://thedreamchaser.wordpress.com/2008/09/03/last-day-orientation-in-washington-dc/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Sep 2008 02:16:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dream_chaser</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fulbright]]></category>
		<category><![CDATA[USA]]></category>
		<category><![CDATA[Baltimore]]></category>
		<category><![CDATA[Chevy Chase]]></category>
		<category><![CDATA[DC]]></category>
		<category><![CDATA[Houston]]></category>
		<category><![CDATA[Maryland]]></category>
		<category><![CDATA[Texas]]></category>
		<category><![CDATA[Washington]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thedreamchaser.wordpress.com/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[Orientasi terakhir di DC aku kembali menyantap sarapanku dengan nikmat. Hari ini jadwal kami penuh dengan orientasi, diakhiri dengan persiapan untuk keberangkatan kami ke kampus masing-masing.
Aku dan Margi saling curhat tentang suatu hal yang sangat mengganggu kami. Ku pikir hanya aku sendiri yang merasakannya, tapi ternyata Margi juga mengalami hal yang sama. Kami merasa sangat risih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thedreamchaser.wordpress.com&blog=3818845&post=113&subd=thedreamchaser&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Orientasi terakhir di DC aku kembali menyantap sarapanku dengan nikmat. Hari ini jadwal kami penuh dengan orientasi, diakhiri dengan persiapan untuk keberangkatan kami ke kampus masing-masing.</span><span id="more-113"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Aku dan Margi saling curhat tentang suatu hal yang sangat mengganggu kami. Ku pikir hanya aku sendiri yang merasakannya, tapi ternyata Margi juga mengalami hal yang sama. Kami merasa sangat risih dengan perlakuan beberapa pria Mesir di sini yang sepertinya agak hyper. Mereka kerap mengejar-ngejar kami, dan yang paling menyebalkan adalah kebiasaan mereka sebagai pria ‘RAMAH’ (rajin menjamah). Meskipun hanya mengobrol biasa, bisa saja tahu-tahu mereka merangkul atau menyentuh tangan kami. Untunglah ada Andy, Tommy dan Icus, teman-teman cowok kami dari Indonesia. Dengan sukarela mereka mau berpura-pura menjadi pacar kami, untuk menjaga supaya para pria timur tengah yang hyper itu tidak mengganggu kami. Tapi pria-pria sinting itu tetap saja berusaha mendekati kami, OMG!!! Hanya Jazzy saja yang sangat menikmati menjadi Kembang Mesir, dipuja-puja para pria timur tengah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/09/dsc00823-chevy-chase-maryland1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-114" src="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/09/dsc00823-chevy-chase-maryland1.jpg?w=300&#038;h=199" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Orientasi hari ini terasa sangat membosankan. Materi yang mereka berikan sebagian besar sudah kami terima waktu orientasi di Indonesia. Dan parahnya para mahasiswa dari Mesir itu banyak pula mengajukan pertanyaan-pertanyaan bodoh yang diulang-ulang, mungkin karena sebagian besar dari mereka tidak begitu fasih berbahasa Inggris.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/09/dsc00993-american-house-chevy-chase-maryland.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-115" src="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/09/dsc00993-american-house-chevy-chase-maryland.jpg?w=300&#038;h=199" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Sebenarnya malam ini kami dijadwalkan untuk menonton bersama pembukaan Olympiade Beijing, tapi aku dan Margi memutuskan untuk berpetualang sendiri di sekitar Chevy Chase. Masih banyak tempat-tempat eksotis yang belum kami kunjungi. Kami berfoto di Chevy Chase United Methodist, sebuah gereja yang terletak sangat dekat dengan tempat orientasi kami. Kami melihat-lihat kompleks perumahan elit di Chevy Chase yang sangat indah. Aku begitu terpukau dengan daerah ini, sampai-sampai aku berdoa dan bertekad dalam hati bahwa suatu hari nanti aku akan punya rumah di Chevy Chase, Maryland. Amin!!!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/09/dsc01000-chevy-chase-united-methodist.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-116" src="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/09/dsc01000-chevy-chase-united-methodist.jpg?w=300&#038;h=199" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/09/dsc01017-baltimore-airport2.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-132" src="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/09/dsc01017-baltimore-airport2.jpg?w=199&#038;h=300" alt="" width="199" height="300" /></a><span lang="IN">Kami kembali ke 4H Conference sudah lewat jam 9 malam, tapi langit masih terlihat cukup terang. Kami menonton sebentar pembukaan Olympiade kemudian kembali ke kamar masing-masing. Karena penerbanganku adalah yang paling pagi (5 a.m.), mengharuskan kami siap di loby pada pukul 2 pagi. Aku dan Howida (flight-nya berbeda denganku tapi pada waktu keberangkatan yang sama) memutuskan untuk begadang sampai waktu keberangkatan kami. Margi yang merasa bosan berada di kamarnya memilih tidur-tiduran di kamarku, mendampingiku dengan terus mengobrol. Saat-saat yang mengharukan ketika berpisah dengan Mervat. Wanita Mesir yang satu ini sampai menangis dan meminta kami untuk tidak membangunkannya pada saat kepergian kami karena itu hanya akan membuatnya menangis lagi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Jam 3 pagi aku mengucapkan salam perpisahan pada teman-teman seperjalananku dari Indonesia (kecuali Jazzy, dia kecapekan setelah kencan semalam). Aku dan Margi berpelukan sebagai tanda simpati sekaligus ucapan selamat berjuang. Aku melompat ke van yang membawaku ke Baltimore Airport, di mana Continental Airlines telah menanti untuk membawaku ke California melalui Houston, Texas.</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/thedreamchaser.wordpress.com/113/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/thedreamchaser.wordpress.com/113/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thedreamchaser.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thedreamchaser.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thedreamchaser.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thedreamchaser.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thedreamchaser.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thedreamchaser.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thedreamchaser.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thedreamchaser.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thedreamchaser.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thedreamchaser.wordpress.com/113/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thedreamchaser.wordpress.com&blog=3818845&post=113&subd=thedreamchaser&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thedreamchaser.wordpress.com/2008/09/03/last-day-orientation-in-washington-dc/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/94fdf95b761567172634feb32106db49?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dream_chaser</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/09/dsc00823-chevy-chase-maryland1.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/09/dsc00993-american-house-chevy-chase-maryland.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/09/dsc01000-chevy-chase-united-methodist.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/09/dsc01017-baltimore-airport2.jpg?w=199" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Bocah Centil Jalan-jalan di Washington, DC</title>
		<link>http://thedreamchaser.wordpress.com/2008/09/03/bocah-centil-jalan-jalan-di-washington-dc/</link>
		<comments>http://thedreamchaser.wordpress.com/2008/09/03/bocah-centil-jalan-jalan-di-washington-dc/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Sep 2008 02:12:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dream_chaser</dc:creator>
				<category><![CDATA[AMINEF]]></category>
		<category><![CDATA[Fulbright]]></category>
		<category><![CDATA[USA]]></category>
		<category><![CDATA[Arlington]]></category>
		<category><![CDATA[Capitol Building]]></category>
		<category><![CDATA[DC]]></category>
		<category><![CDATA[Washington]]></category>
		<category><![CDATA[White House]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thedreamchaser.wordpress.com/?p=103</guid>
		<description><![CDATA[Hari kedua aku di Washington, DC, kami mulai mengikuti orientasi tentang US Arrival. Jadwal hari ini sangat menarik, karena pada jam 11 siang nanti, kami akan tour keliling DC. Dengan tidak sabar kami menunggu sampai akhirnya kami dibagi menjadi 4 group menuju 4 bis yang tersedia. Agar tidak membuang waktu, pihak CCID sudah menyediakan lunch [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thedreamchaser.wordpress.com&blog=3818845&post=103&subd=thedreamchaser&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Hari kedua aku di Washington, DC, kami mulai mengikuti orientasi tentang US Arrival. Jadwal hari ini sangat menarik, karena pada jam 11 siang nanti, kami akan tour keliling DC. Dengan tidak sabar kami menunggu sampai akhirnya kami dibagi menjadi 4 group menuju 4 bis yang tersedia. Agar tidak membuang waktu, pihak CCID sudah menyediakan lunch packet yang bisa kami nikmati selama perjalanan.</span><span id="more-103"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Aku agak was-was karena langit terlihat mendung. Tapi untunglah gerimis mengundang hanya menetes sebentar saja dan tidak mengganggu acara pesiar kami. Sambil menunggu bis kami keluar dari pekarangan 4H Conference, aku mulai memakan jatah makan siangku. Alamaaakkk&#8230;. rasanya aneh, sandwich keju dan turkey wueeekkk&#8230;. aku ingin muntah rasanya. Sudah sejak dalam pesawat United Airlines, aku mulai merasakan kangen dengan makanan Indonesia. Dan sekarang, dengan menu western yang benar-benar khas ini membuatku muak bukan main. Aku membayangkan nikmatnya pecel lele, lalapan dan sambel terasi, atau mungkin nasi Padang dengan es teh. Air liurku menetes hanya dengan membayangkannya saja.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Tujuan pertama kami adalah Arlington National Cemetery. Sesuai dengan namanya, tempat yang kami kunjungi ini adalah benar-benar kuburan. Arlington adalah taman makam pahlawan-nya Amerika. Berbagai macam pahlawan dari berbagai era, baik Civil War, World War I &amp; II, Korean War, Vietnam War semuanya ada di sini. Bahkan di sini juga terdapat makam mantan President US John F. Kennedy.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Meskipun isinya kuburan, tapi penataannya cukup menarik untuk dilihat. Berbagai nama asing tertulis di batu nisan. Hanya saja aku tak tahu apa bedanya antara batu nisan yang berwarna putih dengan yang coklat atau hitam. Katanya sih yang putih itu mungkin hanya serdadu biasa, karena jumlahnya banyak banget. Sesekali terlihat mobil jenazah yang persis dengan yang biasa kita lihat di film-film produksi Hollywood. Aku heran, meskipun di tengah-tengah begitu banyak kuburan, aku tak merasakan takut atau seram sedikit pun. Toh kalau pun ada hantu, pasti hantunya bule cakep hehehe&#8230; (Genit Mode = ON).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Di Arlington kami mulai didampingi oleh seorang tour guide berambut pirang dan berkacamata. Pria muda yang pandai membuat lelucon itu bernama Ben. Aku kagum dengan pengetahuannya yang luas, bukan hanya mengenai sejarah Amerika, tapi juga tentang sistem pemerintahannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/09/dsc00906-washington-dc-tour-white-house-ben-lidia.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-104" src="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/09/dsc00906-washington-dc-tour-white-house-ben-lidia.jpg?w=300&#038;h=199" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Ben menceritakan tentang Civil War di Amerika antara North and South. Daerah utara yang terkenal dengan industrialis-nya memandang rendah mereka yang di daerah selatan yang mayoritas mata pencahariannya berasal dari bidang agriculture atau pertanian. Awalnya Arlington itu adalah tanah milik pribadi dari Marshal Sir John Dill, yang sempat ditawari untuk menjadi panglima daerah utara. Tapi karena merasa bahwa Virginnia adalah tanah airnya, maka ia menolak tawaran tersebut dan memilih untuk berjuang bagi daerah selatan. Karena begitu banyaknya korban yang jatuh dalam perang tersebut, mengakibatkan presiden saat itu (kalau nggak salah Abraham Lincoln) bingung di mana harus menguburkan mereka. Akhirnya pilihan jatuh pada tanah milik John Dill. Di kemudian hari, pemerintah Amerika memberikan sejumlah uang kepada ahli waris John Dill, sebagai ganti tanah Arlington yang luasnya ampun-ampunan itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Ada satu hal yang unik dan menjadi daya tarik Arlington, selain daripada makam John F. Kennedy. Pada saat perang, ada banyak prajurit yang tewas tanpa name tag / ID. Pada zaman dahulu, ilmu forensik belum secanggih sekarang, sehingga tanpa ID, sangatlah sulit untuk mengidentifikasi siapa prajurit yang tewas itu. Pemerintah Amerika memutuskan untuk menguburkan para prajurit tanpa identitas itu di satu area yang diberi nama “The Unknown Soldiers” atau dengan kata lain pahlawan tak dikenal (bukan tanpa tanda jasa&#8230; smile).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/09/dsc00887-washington-dc-tour-arlington-national-cemetery-the-unknown-soldiers.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-126" src="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/09/dsc00887-washington-dc-tour-arlington-national-cemetery-the-unknown-soldiers.jpg?w=199&#038;h=300" alt="" width="199" height="300" /></a><span lang="IN">Pemerintah Amerika berpikir bahwa The Unknown Soldiers ini akan kurang dikenang dan dihormati, karena tidak akan ada keluarga atau handai taulan yang datang berziarah seperti makam prajurit yang lain. In the end, US Government memutuskan untuk memberikan penghormatan khusus dengan menempatkan guard alias pengawal di depan makam mereka. Pengawal ini akan berjalan bolak balik dari satu sisi ke sisi yang lain. Jumlah langkah dari satu sisi ke sisi yang lain ini adalah sebanyak 21 langkah, selanjutnya sang pengawal akan berdiam selama 21 detik, dan kemudian kembali lagi ke sisi yang lain sebanyak 21 langkah, demikian seterusnya. Menurut Ben, angka 21 itu untuk mengingatkan 21 kali tembakan penghormatan yang biasanya diberikan pada saat upacara pemakaman militer. Tradisi ini diambil dari British tradition, di mana ada 7 prajurit dengan 7 senapan menembakkan peluru ke udara sebanyak 3 kali, jadi totalnya ada 21 tembakan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Kami tidak menyia-nyiakan kesempatan mengabadikan event ketika pengawal tersebut melakukan upacara khusus untuk pertukaran guards. Kami diperintahkan untuk berdiri dan diam. Para pengawal itu berasal dari US Army yang menggunakan seragam khusus. Mereka terlihat gagah dan guantengggg&#8230;, sayangnya galak juga. Begitu upacara selesai dan para turis mulai menimbulkan suara pada saat bubar, sang pengawal pengganti langsung meneriakkan perintah menyuruh kami untuk tetap diam dan menghormati The Unknown Soldiers.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/09/dsc00893-washington-dc-tour-arlington-national-cemetery-the-unknown-soldiers.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-127" src="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/09/dsc00893-washington-dc-tour-arlington-national-cemetery-the-unknown-soldiers.jpg?w=300&#038;h=199" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Dari Arlington kami melanjutkan perjalanan menuju White House, kediaman President Amerika Serikat. Turun dari bis yang membawa kami, aku berjalan mendekati White House (Gedung Putih) sambil memandang penuh kekaguman, bercampur haru. Aku rasanya tak percaya, kalau aku si bocah centil dan badung ini akhirnya bisa tiba juga di depan White House. Aku membayangkan wajah keluargaku, terutama kedua orang tuaku seandainya mereka mengetahui di mana saat itu aku berada, pasti mereka juga kagum dan terharu. Aku merasa bahwa aku dan dan teman-temanku cukup beruntung karena bisa ke DC, dan bisa mengunjungi the most important places di US, sedangkan teman-temanku yang lain yang harus mengikuti ESL hanya menghabiskan waktu 2 bulan di keheningan pedalaman Iowa tanpa pernah melihat White House dan tempat-tempat lain di DC.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/09/dsc00901-washington-dc-tour-white-house.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-105" src="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/09/dsc00901-washington-dc-tour-white-house.jpg?w=300&#038;h=199" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Di sekitar White House banyak terdapat gedung-gedung penting, seperti misalnya sebuah gedung berwarna kuning yang katanya disediakan khusus untuk President US yang baru terpilih tapi belum mengucapkan sumpah setianya sebagai President. Di samping White House berdiri dengan gagah The Treasury Department yang berseberangan langsung dengan PNC Bank &#8211; Bank of America.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Kunjungan selanjutnya adalah ke Capitol Building dan The Memorial of Abraham Lincoln. Untuk gedung yang terakhir ini berada satu kompleks dengan patung peringatan untuk perang di Korea (kalau nggak salah loh ya kekeke&#8230;.). Canadian Embassy adalah satu-satunya kedutaan yang letaknya berdekatan dengan Capitol Building, untuk menunjukkan kedekatan hubungan antara kedua negara.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/09/dsc00936-washington-dc-tour-capitol-building2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-108" src="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/09/dsc00936-washington-dc-tour-capitol-building2.jpg?w=199&#038;h=300" alt="" width="199" height="300" /></a><span lang="IN">Aku baru tahu kalau di DC ternyata tidak ada gedung pencakar langit. Capitol Building adalah gedung tertinggi, sebagai tanda bahwa keadilan adalah hal yang paling penting dan tertinggi. Sinar matahari di DC bersinar sangat terik membakar kulitku yang sudah semakin menghitam, tapi aku tetap menikmati perjalanan keliling Washington, DC.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Dalam perjalanan menuju Capitol Building dan The Memorial of Abraham Lincoln kami melewati The Monument of Thomas Jefferson yang katanya berdiri menghadap ke White House (President). Selanjut ada juga Smithsonian Museum, The George Washington University, United States Holocaust Memorial Museum, Pentagon dan masih banyak lagi yang aku lupa sekaligus sebenarnya nggak tahu namanya hehehe&#8230;. sekali-sekali boleh dong.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Ada kisah mengharukan mengenai Smithsonian Museum. Smithsonian berkebangsaan Inggris yang lahir sebagai anak di luar nikah, bahkan ayahnya tidak mengakui keberadaannya. Pada masa itu, hal-hal semacam itu adalah aib yang sangat memalukan di kalangan British Society. Smithsonian sebenarnya sangat cerdas, tapi dia selalu dikucilkan karena statusnya. Ketika dewasa ia pindah ke Italy. Ia bahkan tidak pernah menginjakkan kaki di Amerika, tapi ia sangat tertarik dengan sistem pemerintahan di Amerika yang tidak memandang orang dengan melihat siapa orang tua atau keluarga mereka, melainkan melihat pada apa yang orang itu lakukan. Interesting story, isn’t it?!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/09/dsc009631.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-110" src="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/09/dsc009631.jpg?w=300&#038;h=199" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Dalam perjalanan pulang kami melewati National Cathedral dan Massachusetts Avenue yang kami kunjungi sehari sebelumnya ketika kami mendatangi KBRI. Massachusetts Avenue terkenal juga dengan nama The Embassy Road, hal ini disebabkan karena di sinilah terletak kantor kedutaan dari negara-negara yang menjalin hubungan diplomatik dengan Amerika. Menurut cerita Ben, sebenarnya dulu kantor-kantor kedutaan yang luas dan mentereng itu adalah rumah pribadi milik para konglomerat di Amerika. Tapi pada tahun 1929 terjadi resesi yang mengakibatkan para hartawan itu harus menjual rumah-rumah mereka. Masalahnya untuk membeli rumah mewah plus maintenance-nya pasti membutuhkan uang dalam jumlah besar. Maka satu-satunya pihak yang sanggup membeli adalah pemerintah Amerika yang kemudian menjadikannya kantor-kantor kedutaan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/09/dsc00966-washington-dc-tour-the-memorial-of-abraham-lincoln.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-111" src="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/09/dsc00966-washington-dc-tour-the-memorial-of-abraham-lincoln.jpg?w=199&#038;h=300" alt="" width="199" height="300" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Hari kedua di DC berakhir dengan sangat melelahkan, tapi aku juga sangat bahagia. Aku mengunjungi tempat-tempat yang tidak pernah ku pikirkan sebelumnya akan ku kunjungi. Aku hanya pernah melihat tempat-tempat itu di TV dan internet. Sekarang Tuhan benar-benar membawaku ke sini&#8230;, aku benar-benar diberkati.</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/thedreamchaser.wordpress.com/103/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/thedreamchaser.wordpress.com/103/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thedreamchaser.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thedreamchaser.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thedreamchaser.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thedreamchaser.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thedreamchaser.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thedreamchaser.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thedreamchaser.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thedreamchaser.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thedreamchaser.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thedreamchaser.wordpress.com/103/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thedreamchaser.wordpress.com&blog=3818845&post=103&subd=thedreamchaser&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thedreamchaser.wordpress.com/2008/09/03/bocah-centil-jalan-jalan-di-washington-dc/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/94fdf95b761567172634feb32106db49?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dream_chaser</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/09/dsc00906-washington-dc-tour-white-house-ben-lidia.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/09/dsc00887-washington-dc-tour-arlington-national-cemetery-the-unknown-soldiers.jpg?w=199" medium="image" />

		<media:content url="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/09/dsc00893-washington-dc-tour-arlington-national-cemetery-the-unknown-soldiers.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/09/dsc00901-washington-dc-tour-white-house.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/09/dsc00936-washington-dc-tour-capitol-building2.jpg?w=199" medium="image" />

		<media:content url="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/09/dsc009631.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/09/dsc00966-washington-dc-tour-the-memorial-of-abraham-lincoln.jpg?w=199" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>1st Day of Orientation in Washington, DC</title>
		<link>http://thedreamchaser.wordpress.com/2008/09/03/1st-day-of-orientation-in-washington-dc/</link>
		<comments>http://thedreamchaser.wordpress.com/2008/09/03/1st-day-of-orientation-in-washington-dc/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Sep 2008 02:04:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dream_chaser</dc:creator>
				<category><![CDATA[AMINEF]]></category>
		<category><![CDATA[Fulbright]]></category>
		<category><![CDATA[USA]]></category>
		<category><![CDATA[DC]]></category>
		<category><![CDATA[Embassy]]></category>
		<category><![CDATA[Washington]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thedreamchaser.wordpress.com/?p=94</guid>
		<description><![CDATA[Aku bangun terlalu awal pagi itu, bahkan lebih awal 1 jam dari wekerku. Mungkin itu disebabkan karena jet-lag. Sesaat aku terkejut, karena yang datang tadi malam itu bukan hanya 1, tapi 2 orang wanita yang sekarang terlelap di kedua tempat tidur yang ada. Berarti masih ada 1 orang lagi yang akan datang. Aku menikmati mandi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thedreamchaser.wordpress.com&blog=3818845&post=94&subd=thedreamchaser&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Aku bangun terlalu awal pagi itu, bahkan lebih awal 1 jam dari wekerku. Mungkin itu disebabkan karena jet-lag. Sesaat aku terkejut, karena yang datang tadi malam itu bukan hanya 1, tapi 2 orang wanita yang sekarang terlelap di kedua tempat tidur yang ada. Berarti masih ada 1 orang lagi yang akan datang. Aku menikmati mandi pagi dengan air hangat. Tubuhku rasanya sudah mulai pulih dari letih yang berlebihan.</span><span id="more-94"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Selesai mandi, aku mulai mengolesi lotion ke tubuhku, ketika telepon berdering lemah. Ternyata Jazzy hanya ingin mengajakku untuk keluar menikmati jatah breakfast kami bersama-sama. Aku baru saja mengembalikan gagang telepon ke tempatnya ketika aku menyadari bahwa salah satu dari pendatang baru itu sudah bangun dan kini menatapku dengan mata mengantuk.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Untuk menjaga nama baik Indonesia, yang katanya terkenal ramah, aku melemparkan senyuman persahabatan padanya. Ia membalas senyumanku sambil bergumam tak jelas. Aku pun menghampirinya lalu memperkenalkan diriku.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">“Hi, I’m Lidia, from Indonesia.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Dengan akses timur tengah ia membalas sapaanku.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">“Ohh&#8230; I’m Howida. Hmm&#8230; I’m from Egypt.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Sambil menyungging senyum lebar yang agak dipaksakan aku mengucapkan permintaan maafku padanya karena tidak sempat menyambut mereka dengan sewajarnya semalam. Ia hanya menggeleng dan mengatakan bahwa itu tidak menjadi masalah, dan ia mengerti kalau aku sangat lelah semalam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Ternyata gadis Mesir yang satu ini sangat ramah dan bersahabat. Meskipun baru kenal, kami sudah saling bertukar cerita tentang banyak hal. Bahasa Inggris Howida sangat terbatas, tapi itu tidak menjadi kendala bagi kami. Ia bahkan menunjukkan padaku berbagai selendang indah dan mahal yang dibawanya dari Mesir. Oh ya, satu hal yang penting, Howida sangat cantik. Ku rasa jika ia datang berkunjung ke Indonesia, banyak pemuda yang akan jatuh hati padanya. Ia juga rajin sholat. Sekalipun kami berbeda keyakinan, tapi kami tetap saling menghormati satu sama lain. Aku membantunya mencari arah yang tepat untuk sembahyang ke arah Kiblat. Sayangnya, aku tak bisa membantu ketika ia menanyakan tentang mesjid di sekitar penginapan kami. Aku memperkenalkannya pada Jazzy yang juga seorang muslim. Ku pikir mungkin ia bisa membantu Howida mendapatkan mesjid terdekat. Ternyata hal itu sia-sia karena Jazzy bisa dibilang hampir tidak pernah menjalankan perintah agamanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/09/dsc01014-lidia-howida.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-95" src="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/09/dsc01014-lidia-howida.jpg?w=300&#038;h=199" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Ketika kami asyik mengobrol, teman sekamarku yang lain terbangun dan ikut bergabung mengobrol bersamaku dan Howida. Temanku yang baru ini juga seorang wanita Mesir, bernama Mervat. Ia memang tidak secantik Howida, tapi kulitnya sangat cantik dan mulus. Aku terkejut ketika mengetahui bahwa Mervat ternyata baru 10 hari yang lalu melepas masa lajangnya. Dengan raut wajah sedih ia menceritakan tentang suami yang sangat dicintainya itu, seorang pria Mesir yang bekerja sebagai dokter. Mervat mengeluhkan bahwa seharusnya ia masih dalam masa honey moon. Well, sepertinya banyak yang harus dikorbankan untuk datang ke Amerika.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Pagi itu aku sarapan bersama teman-teman baruku. Ternyata Mesir adalah negara terbanyak yang mengirimkan mahasiswa untuk Fulbright Scholarship. Seluruh peserta dari Mesir yang datang untuk orientasi di DC adalah 175 orang, bisa dibayangkan kalau bahasa Arab sudah menjadi bahasa kedua di lingkungan orientasi kami, setelah bahasa Inggris. Saat sarapan, aku berkenalan dengan beberapa mahasiswa lain yang juga berasal dari Mesir. Jangan tanya namanya, karena aku hampir tak bisa mengingat satu pun nama mereka. Masalahnya, pria Mesir itu namanya kalau tidak Ahmad ya&#8230; Muhammad. Jadi aku tak bisa membedakan lagi satu dengan yang lainnya. Ku pikir orang tua mereka benar-benar tidak kreatif dalam hal memberikan nama pada anak-anak mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Hari ini, karena sebagian peserta masih belum datang, maka dari CCID kami diberitahu bahwa program acara baru akan dimulai besok. It means hari ini kami bebas jalan-jalan mengisi hari pertama kami di DC. Bersama teman-teman dari Indonesia, kami memutuskan untuk melaporkan diri ke Kedutaan Besar Republik Indonesia di Washington, DC. Mengingat KJRI tidak terdapat di semua state di US. Bahkan di California (tempat kuliahku nanti), KJRI hanya ada di Los Angeles dan San Fransisco.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Sebenarnya Ammad sudah menawarkan untuk mengantar kami dengan mobil van yang disediakan CCID. Tapi karena kami harus menunggu Andy, Icus dan My Dear Little Friend Tommy, yang berdandan sejuta abad lamanya, akhirnya kami kesiangan berangkat ke kedutaan, and there was no available car for us.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Untunglah kami bertemu dengan Mr. Shawn J. Woodin, the most famous man in CCSIP students. Namanya sangat harum di antara para penerima scholarship Fulbright. Namanya-lah yang kami cantumkan di aplikasi US visa kami, sebagai orang yang akan kami kunjungi di US. Ia juga yang mengirimi kami berbagai informasi tentang orientasi di DC. Mr. Woodin pula yang menjadi contact person kami kalau-kalau terjadi perubahan pada flight schedule.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Aku dan kawan-kawanku sangat terkejut ketika bertemu Mr. Woodin untuk pertama kalinya. Dalam bayangan kami, ia adalah seorang pria tua dengan perut gendut dan rambut beruban. Tommy malah mengira Mr. Woodin itu adalah seorang Afro-Amerika. Ternyata sosok Mr. Woodin itu jauh dari yang kami bayangkan. Untuk teman-teman sesama CCSIP yang belum pernah bertemu dengan si Mr. Woodin, akan ku deskripsikan pria ini sebaik-baiknya agar kalian bisa membayangkan rupanya yang rupawan (hahh???? Gak salah tuh???). Mr. Woodin adalah seorang pria bertubuh super slim dengan rambut coklat ikal, dagunya ditumbuhi bulu ala janggut kambing, dan gerak-gerik yang luwes dan agak terkesan kemayu. <span> </span>However, dia punya sepasang mata coklat yang sangat ramah dan menunjukkan persahabatan dan perhatian yang mendalam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/09/dsc00996-lidia-shawn-j-woodin1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-96" src="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/09/dsc00996-lidia-shawn-j-woodin1.jpg?w=300&#038;h=199" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Mr. Woodin pula yang membantu kami mendapatkan direction untuk mencapai KBRI yang terletak di Massachusetts Avenue. Kami harus menumpang bis L8 dari halte di depan 4H Conference, menuju Friendship Heights Metro Station. Kemudian kami melanjutkan dengan Red Line ke Dupont Circle Metro Station. Red Line adalah semacam under ground train. Perjalanan yang kami tempuh lumayan nyaman. Baik bis maupun train di US sangat bersih dan bebas dari kemacetan. Kami juga bertemu dengan banyak bule, sampai-sampai terdengar celetukan konyol dari Icus:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">“Koq kayak di luar negeri ya&#8230;”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Waduh massss, koq iso udah nyampe Amerika katro + ndesonya masih dibawa-bawa juga, piye tohhh&#8230;.!!!!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Setibanya di Dupont Circle, kami masih harus berjalan kaki yang menurut direction diberikan adalah sekitar 0.09 mile. Parahnya anak-anak Indonesia yang tingkat kecerdasannya berlebihan ini, terlalu asyik berfoto dan mengagumi berbagai hal termasuk para bule yang bersliweran. Akibatnya kami kesasar dan berjalan memutar sekitar 5 kali lebih jauh dari jarak yang seharusnya kami tempuh.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/09/dsc00829-red-line.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-97" src="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/09/dsc00829-red-line.jpg?w=300&#038;h=199" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Kami tiba di KBRI 15 menit sebelum jam 1 siang. Dan sialnya, kantor KBRI itu pun tutup jam 1 siang. Icus, Andi dan aku sangat beruntung karena kami masih sempat-sempatnya membawa pasfoto, sehingga acara melaporkan diri (kayak napi ya&#8230;) kami bisa langsung diproses dan sukses tenan. Untuk Margi, Jazzy dan Tommy&#8230;., kassssiaaaannnn deeehh loooo&#8230;..!!! Mereka tidak membawa pasfoto seperti yang diminta. Oleh pegawai kedutaan, mereka dianjurkan untuk membuat foto di CVS, yaitu toserba yang juga menyediakan jasa foto kilat. Tidak sampai 10 menit kemudian mereka kembali dengan wajah muram. Ternyata meskipun kilat, tetap saja CVS tidak mampu mencetak foto secepat mungkin, sebelum kantor KBRI tutup. Itu pun masih ditambah dengan ongkos foto + cuci cetak yang lumayan mahal, sekitar $8.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/09/dsc00847-the-embassy-of-republic-of-indonesia-massachusetts-avenue.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-98" src="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/09/dsc00847-the-embassy-of-republic-of-indonesia-massachusetts-avenue.jpg?w=199&#038;h=300" alt="" width="199" height="300" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Selesai dengan urusan di KBRI, kami mulai merasa perut keroncongan. Karena sudah lewat waktu makan siang di 4H Conference, maka kami memutuskan untuk membeli makan siang di restaurant terdekat. Masalahnya, restaurant terdekat mana yang menyediakan makanan termurah???? Akhirnya kami memutuskan untuk makan siang di sebuah cafe pizza yang letaknya di bawah tanah. Agak aneh sebenarnya, tapi kami memang harus menuruni tangga di pinggir trotoar untuk mencapai cafe yang menyediakan pizza ukuran super dengan harga murah tersebut. Karena ukurannya yang luar biasa besar, kami masing-masing membeli 1 potong pizza untuk dimakan berdua. Dalam hati aku bertanya-tanya, apakah ini karena ukuran pizza-nya yang memang besar, atau karena mau berhemat :p</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/09/dsc00842-the-embassy-of-republic-of-indonesia-massachusetts-avenue.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-124" src="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/09/dsc00842-the-embassy-of-republic-of-indonesia-massachusetts-avenue.jpg?w=300&#038;h=199" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Kami kembali ke Friendship Heights untuk menumpang bis yang akan membawa kami kembali ke 4H Conference. Sayangnya kami datang terlambat atau mungkin terlalu awal, yang pasti kami menghabiskan waktu sekitar 30 menit untuk menunggu bis L8 datang menjemput anak-anak bandel ini. Kami agak was-was karena waktu saat itu sudah hampir pukul 4, sedangkan pukul 5.30 nanti kami diundang untuk makan malam sebelum mengikuti acara pembukaan orientasi. Untunglah akhirnya bus yang kami tunggu-tunggu itu datang juga, dan kami para penumpangnya segera menyerbu naik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/09/dsc00826-l8-bus.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-99" src="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/09/dsc00826-l8-bus.jpg?w=300&#038;h=199" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Ternyata yang disebut makan malam itu bukanlah exclusive dinner seperti yang kami kira sebelumnya. Makan malam di 4H Conference berlangsung dengan santai dan informal. Untunglah aku tidak mengenakan gaun seperti yang ku rencanakan sebelumnya. Berbeda dengan Jazzy yang tampil dengan gaun terusan sebatas lutut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Aku lupa menceritakan, kalau Jazzy sekarang sudah mendapat julukan ‘Kembang Mesir’. Aku dan teman-temanku dari Indonesia pusing melihat tingkah lakuknya yang sudah keterlaluan genitnya. Semua pria yang ada di situ, tidak peduli asal, umur maupun rupa, pasti diberikan kerlingan maut dan beberapa sentuhan manja darinya. Astaganaga Jazzy, sadar jeng, insaf&#8230;.!!!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Pembukaan orientasi tidak berlangsung lama, hanya beberapa patah kata dari seorang pria separoh baya yang aku lupa namanya (katanya sih petinggi CCID), serta ucapan selamat datang dari Mr. Woodin.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Malam itu ketika akan tidur, aku, Howida dan Mervat terkejut mendapatkan seorang pendatang baru dari Brazil. Seorang gadis manis bernama Joyce sekarang bergabung di kamar 5106.</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/thedreamchaser.wordpress.com/94/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/thedreamchaser.wordpress.com/94/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thedreamchaser.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thedreamchaser.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thedreamchaser.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thedreamchaser.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thedreamchaser.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thedreamchaser.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thedreamchaser.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thedreamchaser.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thedreamchaser.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thedreamchaser.wordpress.com/94/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thedreamchaser.wordpress.com&blog=3818845&post=94&subd=thedreamchaser&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thedreamchaser.wordpress.com/2008/09/03/1st-day-of-orientation-in-washington-dc/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/94fdf95b761567172634feb32106db49?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dream_chaser</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/09/dsc01014-lidia-howida.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/09/dsc00996-lidia-shawn-j-woodin1.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/09/dsc00829-red-line.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/09/dsc00847-the-embassy-of-republic-of-indonesia-massachusetts-avenue.jpg?w=199" medium="image" />

		<media:content url="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/09/dsc00842-the-embassy-of-republic-of-indonesia-massachusetts-avenue.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/09/dsc00826-l8-bus.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>National 4H Conference Center</title>
		<link>http://thedreamchaser.wordpress.com/2008/09/03/national-4h-conference-center/</link>
		<comments>http://thedreamchaser.wordpress.com/2008/09/03/national-4h-conference-center/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Sep 2008 01:46:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dream_chaser</dc:creator>
				<category><![CDATA[AMINEF]]></category>
		<category><![CDATA[Fulbright]]></category>
		<category><![CDATA[USA]]></category>
		<category><![CDATA[DC]]></category>
		<category><![CDATA[Washington]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thedreamchaser.wordpress.com/?p=85</guid>
		<description><![CDATA[Seperti yang ku ceritakan sebelumnya, di Dulles Airport kami disambut oleh seorang koordinator dari CCID. Pria Amerika berkebangsaan Pakistan ini bersikap sangat ramah dan bersahabat, sampai-sampai membuat Jazzy (scholar dari Bogor) merasakan panah-panah asmara, ya amppyuuunnn&#8230;.
Sebenarnya pesawat kami sudah mendarat sejak pukul 4 sore waktu DC, tapi karena harus mengantri sedemikian lama di immigration entry [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thedreamchaser.wordpress.com&blog=3818845&post=85&subd=thedreamchaser&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/09/dsc00807-dulles-airport-jazzy-ammad-sheikh-lidia.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-87" src="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/09/dsc00807-dulles-airport-jazzy-ammad-sheikh-lidia.jpg?w=300&#038;h=199" alt="" width="300" height="199" /></a><span lang="IN">Seperti yang ku ceritakan sebelumnya, di Dulles Airport kami disambut oleh seorang koordinator dari CCID. Pria Amerika berkebangsaan Pakistan ini bersikap sangat ramah dan bersahabat, sampai-sampai membuat Jazzy (scholar dari Bogor) merasakan panah-panah asmara, ya amppyuuunnn&#8230;.</span><span id="more-85"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Sebenarnya pesawat kami sudah mendarat sejak pukul 4 sore waktu DC, tapi karena harus mengantri sedemikian lama di immigration entry plus interview untuk the boys, akhirnya kami baru bisa meninggalkan Dulles sekitar jam 8 malam. Meskipun demikian, langit masih terlihat terang benderang seperti baru jam 3 sore. Katanya itu disebabkan karena di Amerika saat ini masih summer time. Perut kami sudah terasa keroncongan, untunglah Mr. Ammad Sheikh yang baik hati dan luhur budinya itu mentraktir kami makan di salah satu restaurant di Dulles.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Perjalanan yang kami tempuh dari Dulles ke tempat penginapan sekaligus orientasi tidak terlalu lama, tapi kami sangat menikmati saat-saat pertama di Amerika. Ternyata di Washington, DC masih banyak juga hutan belantara dengan pohon-pohon besar yang mengapit di pinggir jalan raya. Kami melewati coffee shop dan beberapa mini stores yang menjual beraneka ragam kebutuhan. Tak terasa perjalanan kami berakhir di sebuah pekarangan luas, dengan papan bertuliskan “National 4H Conference Center.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/09/dsc00819-national-4h-conference-center-maryland.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-122" src="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/09/dsc00819-national-4h-conference-center-maryland.jpg?w=199&#038;h=300" alt="" width="199" height="300" /></a><span lang="IN">Tempat ini semacam pusat kegiatan youth. Bukan hanya CCID saja yang mengadakan kegiatan di situ, tapi juga berbagai macam organisasi pemuda, bahkan dari Baptist Church. Setelah memperoleh folder yang berisi tiket, room key, dan bahan-bahan orientasi, plus uang jajan (yang terakhir ini yang paling penting dan teramat sangat mengecewakan karena kami berharap akan diberikan uang dalam jumlah yang hampir sama dengan yang kami terima dari AMINEF), kami memasuki gedung yang katanya adalah tempat untuk kami menginap selama di DC. Awalnya kami bingung, karena nomor kamar yang akan kami tempati tidak tertera di papan penunjuk.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Untunglah para koordinator kami sangat berbaik hati dengan sesegera mungkin menanyakan ke loby, di mana letak kamar kami yang sebenarnya. Untuk para pria, kamar mereka terletak di gedung yang berbeda. Sedangkan kami, gadis-gadis yang manis, ternyata kami harus melewati cafetaria untuk mencapai kamar kami di bagian belakang gedung. Celakanya, wanita berkulit hitam yang menguasai daerah cafetaria itu menjadi sangat marah ketika melihat kami masuk melewati cafetaria yang sudah dibersihkan. Katanya mereka sudah tutup, karena waktu saat itu sudah menunjukkan pukul 10 malam. Permintaan maaf dari Ammad pun tidak digubrisnya. Kami segera buru-buru berlalu menuju kamar, tidak ingin mendengar omelan wanita perkasa itu lebih lama lagi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/09/dsc00823-chevy-chase-maryland.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-86" src="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/09/dsc00823-chevy-chase-maryland.jpg?w=300&#038;h=199" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Margi dan Jazzy menempati kamar yang sama di 5103, sedangkan aku sendiri mendapatkan kamar 5106. Dengan tingkat kebingungan yang cukup tinggi aku mulai mempelajari kamar yang disediakan untuk ku tempati. Ternyata kamarku lumayan nyaman dengan kasur pegas, karpet, kursi dan meja makan, telepon, lemari dan kamar mandi yang menyediakan air panas. Sebenarnya fasilitas yang tersedia hampir sama dengan hotel berbintang, bahkan jauh lebih baik daripada hotel di Jakarta yang diberikan AMINEF untuk ku tempati sebelum ke Amerika. Satu-satunya yang tidak ku sukai adalah jumlah tempat tidur yang tersedia di situ adalah 4 buah. It means aku mungkin harus berbagi kamar dengan 3 orang lain yang benar-benar asing untukku. Untunglah kamar ini benar-benar luas luar biasa, bahkan kamarku adalah yang terbesar dibanding teman-temanku yang lain. Kamarku berukuran 2 kali lebih besar dibanding kamar mereka, yang juga memuat 4 orang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Sebagai penghuni pertama, aku mendapatkan kehormatan untuk memilih tempat tidur yang paling nyaman. Dan aku pun tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Aku segera mengambil tempat tidur di pojok ruangan yang letaknya tersendiri dan terlindungi privasinya. Ku rasa para room-mates ku sangat iri dengan my privilege.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Badanku benar-benar sudah mati rasa setelah terbang lebih dari 24 jam. Aku hanya sanggup mandi dengan air hangat, kemudian segera meloncat ke tempat tidurku yang rasanya empuk bukan main. Rasanya aku baru terlelap sebentar ketika terdengar ketukan yang memaksa di pintu kamarku. Dengan rambut awut-awutan dan mata mengantuk aku membuka pintu dan mendapati segerombolan manusia asing. Seorang wanita berkerudung dengan aksen asing bergegas masuk. Aku hanya melontarkan pertanyaan singkat,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">“Will you stay in this room?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Ia menyahut, “Yes!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Aku hanya mengangguk membiarkan ia dan teman-temannya berulah. Tanpa beramah-tamah lagi, aku kembali ke tempat tidur dan melanjutkan mimpiku bermesraan dengan Keanu Reeves.</p>
<p><span style="font-size:11pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN"><br />
</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/thedreamchaser.wordpress.com/85/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/thedreamchaser.wordpress.com/85/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thedreamchaser.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thedreamchaser.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thedreamchaser.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thedreamchaser.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thedreamchaser.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thedreamchaser.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thedreamchaser.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thedreamchaser.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thedreamchaser.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thedreamchaser.wordpress.com/85/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thedreamchaser.wordpress.com&blog=3818845&post=85&subd=thedreamchaser&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thedreamchaser.wordpress.com/2008/09/03/national-4h-conference-center/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/94fdf95b761567172634feb32106db49?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dream_chaser</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/09/dsc00807-dulles-airport-jazzy-ammad-sheikh-lidia.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/09/dsc00819-national-4h-conference-center-maryland.jpg?w=199" medium="image" />

		<media:content url="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/09/dsc00823-chevy-chase-maryland.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Bocah Centil Goes To The USA</title>
		<link>http://thedreamchaser.wordpress.com/2008/08/07/bocah-centil-go-to-the-usa/</link>
		<comments>http://thedreamchaser.wordpress.com/2008/08/07/bocah-centil-go-to-the-usa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Aug 2008 23:26:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dream_chaser</dc:creator>
				<category><![CDATA[AMINEF]]></category>
		<category><![CDATA[Fulbright]]></category>
		<category><![CDATA[USA]]></category>
		<category><![CDATA[DC]]></category>
		<category><![CDATA[United Airlines]]></category>
		<category><![CDATA[Washington]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thedreamchaser.wordpress.com/?p=80</guid>
		<description><![CDATA[Finally, Bocah Centil nyampe juga di Amerika. Berkat pertolongan Tuhan, diriku berhasil mewujudkan impian ke Amerika.
Perjalanan dimulai sejak aku melangkahkan kakiku keluar dari rumah dan terbang ke Jakarta. Keesokan harinya aku masih harus mengambil surat-surat, termasuk passport, uang akomodasi, fiskal dan uang saku dari kantor AMINEF. Lumayanlah dalam hal ini kami cukup sejahtera.
Jam 6 sore [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thedreamchaser.wordpress.com&blog=3818845&post=80&subd=thedreamchaser&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Finally, Bocah Centil nyampe juga di Amerika. Berkat pertolongan Tuhan, diriku berhasil mewujudkan impian ke Amerika.</p>
<p>Perjalanan dimulai sejak aku melangkahkan kakiku keluar dari rumah dan terbang ke Jakarta. Keesokan harinya aku masih harus mengambil surat-surat, termasuk passport, uang akomodasi, fiskal dan uang saku dari kantor AMINEF. Lumayanlah dalam hal ini kami cukup sejahtera.</p>
<p>Jam 6 sore yang cerah ceria, aku check out dari hotel sambil menenteng 2 koper, 1 tas laptop dan 1 ransel berisi surat-surat beserta sejumlah uang, dan persediaan pakaian untuk 3 hari. Ini untuk berjaga-jaga terhadap kemungkinan terburuk kalau bagasi kami melanglang buana dulu ke tempat lain.<span id="more-80"></span></p>
<p>Tiba di Airport Soekarno Hatta, bersama 5 orang teman yang lain kami segera melakukan check in di counter Qatar Airways. Meskipun harus mengantri dan memakan waktu yang cukup lama, tapi kami berhasil juga melakukan check through Dulles Airport, Washington, DC. Proses pembayaran fiskal dan imigrasi tidak terlalu lama, kami bahkan masih sempat menyantap bakso terakhir yang bisa kami nikmati di tanah air.</p>
<p>Setelah itu kami harus menunggu cukup lama sampai tiba waktu keberangkatan ke Singapore. Di waiting room kami mengobrol dengan seorang teman baru, seorang gadis tomboy asal negeri kincir angin. Cewek Belanda ini benar-benar hampir tak percaya bahwa kami akan ke US karena scholarship. Dia mengatakan bahwa kami terlihat sangat relaks dan mungkin sedikit sinting <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/09/dsc00801-lidia-jazzy-renee-cengkareng.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-91" src="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/09/dsc00801-lidia-jazzy-renee-cengkareng.jpg?w=300&#038;h=199" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
<p>Penerbangan ke Singapore cukup singkat. Bahkan lebih cepat daripada yang dijadwalkan. Pesawat Qatar Airways yang kami tumpangi cukup nyaman, bahkan sangat nyaman. Masing-masing seat dilengkapi dengan LCD yang menyajikan bermacam-macam program acara, film, bahkan games yang bisa kami mainkan dengan stick remote control yang tersedia di masing-masing kursi. Masalahnya, karena pesawat ini milik Qatar, otomatis bahasa utamanya adalah bahasa Arab. Awalnya ku pikir itu bahasa Prancis, tapi koq rada-rada aneh juga ya, hehehe&#8230;</p>
<p>Kami tiba di Changi Airport 30 menit lebih awal dari jadwal flight yang kami terima. Tandanya kami harus menunggu cukup lama hingga penerbangan berikutnya ke Narita, Jepang. Kami menghabiskan waktu 5 jam menunggu di Changi dengan mengopi, tidur-tiduran, internet dan bersantai.</p>
<p>Sekitar pukul 5 pagi kami melaporkan diri di counter United Airlines. Untunglah kami tidak perlu mengurus bagasi lagi, kami hanya cukup mengkonfirmasi dan mendapatkan boarding pass yang baru. Setelah itu, tiba saat-saat yang menegangkan di bagian security check. Barang hand-carry kami melalui pemeriksaan yang cukup panjang. Laptop harus dikeluarkan, bahkan aku sempat disuruh menyalakannya. Entahlah, tapi yang pasti aku berhasil melewatinya.</p>
<p>Penerbangan dari Singapore ke Narita ditempuh dalam waktu kurang lebih 7 jam. Penerbangannya cukup menyenangkan, para pramugarinya sangat ramah, makanan berlimpah, dan ditambah dengan seat di sebelahku kosong sehingga aku bisa tiduran. Meskipun demikian, tetap saja perjalanan ini terasa sangat melelahkan (seperti kata Ebit G. Ade).</p>
<p>Tiba di Narita, kami berpikir bisa beristirahat dan berfoto-foto sejenak. Ternyata kenyataan tidak seperti yang kami harapkan. Begitu turun dari pesawat, kami harus berlari-lari karena flight United Airlines menuju Washington, DC sudah boarding dan pesawat akan berangkat dalam waktu 30 menit. OMG!!!</p>
<p>Inilah puncak dari perjalananku ke Amerika. Bagian terpanjang dan terburuk dari semua penerbangan, yaitu aku harus melewati sekitar 13 jam dalam pesawat United Airlines dari Narita ke DC. Pramugarinya galak dan tidak ramah, tempat duduk sekitarku terisi semua dan aku mendapat posisi tepat di tengah-tengah. Satu-satunya hal yang menggembirakan adalah makanannya cukup lezat dan teramat sangat melimpah ruah. Rasanya hampir tiap 5 menit kami disuguhi makanan.</p>
<p>Rasa-rasanya kami tak kan pernah sampai ke US, karena penerbangannya begitu panjang dan sangat melelahkan. Kami tidak bisa tidur dengan nyenyak, karena posisi tidur yang teramat sangat tidak nyaman. Dalam hatiku aku melantunkan lagu &#8220;Living On The Jet Plane&#8221;. Selama perjalanan, kami mengisi waktu dengan mengisi 2 lembar form untuk imigrasi.</p>
<p>Setelah berabad-abad terbang bersama para pramugari yang jelek dan galak serta para pramugara yang guanteng luar biasa, akhirnya kami tiba juga di Dulles Airport, Washington, DC.</p>
<p>Aku keluar dari pesawat dengan perasaan campur aduk, gembira dan haru. Aku hampir saja melakukan ritual cium tanah seperti yang biasa dilakukan Pope. Ku pikir penderitaanku sudah berakhir, ternyata masih ada lagi yang menunggu. Kami harus berdiri antri di bagian imigrasi untuk foreign passport. Antriannya sangat panjang, dan kami harus menunggu selama hampir 2 jam, sampai akhirnya giliranku tiba. Petugasnya menanyakan,</p>
<p>&#8220;so, you bring food?&#8221;<br />
Aku menjawab, &#8220;only some biscuits and candy&#8221;.</p>
<p>Petugasnya mengangguk dengan acuh. Setelah dia mengembalikan passport beserta surat-suratku yang lain, aku mengecek 1 lembar surat yang menurut Pak Piet Hendrarjo (Indonesian Program Coordinator for AMINEF), harus dicap stempel oleh sang petugas tersayang. Aku menanyakan untuk memastikan cap tersebut, dan dia membuatku hampir mati ketakutan.</p>
<p>&#8220;What stamp???&#8221; tanyanya sambil matanya melotot menatapku.</p>
<p>Dengan gagap aku berusaha menjelaskan tentang cap pada form I-20 ku. Akhirnya dengan putus asa aku hanya mengatakan &#8220;Thanks&#8221; lalu berlalu pergi.</p>
<p>Ternyata, aku sebetulnya tidak perlu bertanya, karena petugas ganteng yang galak tadi sudah memberi cap pada form-ku. Malah beberapa teman-temanku yang lain tidak berhasil mendapatkan cap, yang mungkin akan menyebabkan kesulitan bagi mereka di kemudian hari.</p>
<p>Aku keluar bersama bagasiku mencium udara bebas di Dulles. Badanku sudah berbau 1001 macam, penuh daki karena tidak mandi selama 2 hari, tulang-tulang terasa rontok semua. Margi malah lebih parah lagi, katanya pantatnya sudah mati rasa karena duduk terus. Puji Tuhan, aku selamat tiba di US. Bagasiku juga aman semua, kecuali 1 koperku agak sobek karena keseringan dibanting sama portir, tapi setidaknya barang-barangku tidak ada yg miss atau rusak. Beberapa peserta dari Mesir ada yang hilang bagasinya, dan harus menunggu cukup lama untuk mendapatkannya lagi.</p>
<p><a href="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/09/dsc00814-dulles-airport.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-120" src="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/09/dsc00814-dulles-airport.jpg?w=300&#038;h=199" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
<p>Di Dulles Airport, kami disambut oleh seorang penjemput yang sudah disediakan oleh CCID. Seorang pria keturunan Pakistan dengan senyum hangat dan ramah. Satu-satunya masalah, yaitu dia mendapat informasi yang salah. Dia mengira bahwa para students yang akan dijemputnya itu berasal dari Mesir, akibatnya hampir saja kami dicuekin. Untung saja mataku cukup jeli melihat bahwa dia mengenakan tanda pengenal CCID yang dikalungkan di lehernya. Kami dibawa ke National 4-H Conference Center di Connecticut Ave, Maryland.</p>
<p>Karena di sini lagi summer time, maka jam 8 malam (ketika kami tiba di site Conference), langit masih terlihat terang benderang, seperti jam 4 sore kalau di Indonesia. Perbedaan waktu dengan Jakarta adalah 13 jam. Aku merasa bagaikan bermimpi. Tapi ini belum apa-apa, aku baru mulai menjalani mimpiku. Ini masih permulaan, masih akan ada hal-hal yang lebih besar lagi yang telah Tuhan sediakan untukku. Amin!!!</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/thedreamchaser.wordpress.com/80/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/thedreamchaser.wordpress.com/80/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thedreamchaser.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thedreamchaser.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thedreamchaser.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thedreamchaser.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thedreamchaser.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thedreamchaser.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thedreamchaser.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thedreamchaser.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thedreamchaser.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thedreamchaser.wordpress.com/80/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thedreamchaser.wordpress.com&blog=3818845&post=80&subd=thedreamchaser&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thedreamchaser.wordpress.com/2008/08/07/bocah-centil-go-to-the-usa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/94fdf95b761567172634feb32106db49?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dream_chaser</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/09/dsc00801-lidia-jazzy-renee-cengkareng.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/09/dsc00814-dulles-airport.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>My Last Day in All Saints</title>
		<link>http://thedreamchaser.wordpress.com/2008/06/27/my-last-day-in-all-saints/</link>
		<comments>http://thedreamchaser.wordpress.com/2008/06/27/my-last-day-in-all-saints/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jun 2008 17:05:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dream_chaser</dc:creator>
				<category><![CDATA[All Saints]]></category>
		<category><![CDATA[US Embassy]]></category>
		<category><![CDATA[Anglican]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thedreamchaser.wordpress.com/?p=63</guid>
		<description><![CDATA[
If we look back to the past, there were many things that seemed weird or maybe hurt, but they became something amazing and beautiful in present or even in the future. It proves that God’s plans are only for our goods. If things seem bad or don’t work; don’t give up! You’re might be in [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thedreamchaser.wordpress.com&blog=3818845&post=63&subd=thedreamchaser&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>If we look back to the past, there were many things that seemed weird or maybe hurt, but they became something amazing and beautiful in present or even in the future. It proves that God’s plans are only for our goods. If things seem bad or don’t work; don’t give up! You’re might be in a journey where God is leading you to the very best place that you’ve never imagined. Just like my friend always said, “<span style="color:#008000;"><em>Just appreciate the process!</em></span>”</span></p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>In early period I came to All Saints, I didn’t have any friend. Nobody recognized me. They just gave me smile, but we didn’t talk much. Perhaps they kept asking in their hearts, “<span style="color:#3366ff;"><em>who is this attractive insane girl</em>?</span>”</span><span id="more-63"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Some friends told me that I’m friendly, but most friends told me that I’m arrogant. Maybe the second opinion is right. Commonly, I don’t start conversation. If nobody asks me to speak, then I would stay silent. I was confused when my friends told me that I’m friendly or talk active. I think they need to give me the authentic proofs.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>As time goes by, I started speaking to some people in my church. It highly increased in December 2007 when I joined the church choir for Christmas. That’s the time when I met my new family, Uncle Derek and Aunt Neema. Both of them are very nice and generous persons. Uncle Derek is British, but his wife is Tanzanian. Aunt Neema still looks beautiful even in her 50s. They are the pioneers of our Bible Study group, which is performed every Saturday noon at their apartment.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>I have told you before in <a title="Gerejaku, All Saints-ku" href="http://thedreamchaser.wordpress.com/2008/06/12/gerejaku-all-saints-ku/" target="_blank">Gerejaku, All Saints-ku</a> that I had some good friends in this church. There were so many of them, it will take a long time to describe them one by one. But in general, most of them were nice persons with unique characters. I liked my choir director, Mr. David Ross and his wife, Dinah. We just knew each other a few months ago, but they were like my true brother and sister. David always looks serious and calm; he is a very talented singer. My friend, Douglas, told me that he is a former opera singer in Australia. Well, I don’t doubt about it. David can sing as well as (or maybe better than) Josh Groban or Andrea Bocelli. Dinah is a fantastic cheerful humorous and beautiful woman that I’ve ever met. She always knows how to make hard situation become calm and pleasant. She likes fashion, and in my opinion, she could be a model if she wants. She was a very nice friend and sister for me.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Well, I don’t want to talk more about people in my church. Some people might be happy, but some people maybe not. I apologize to some friends that I’ve mentioned here. If you don’t like they way I wrote about you, please just let me know so I can correct them.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Last Sunday was my last day in All Saints. Some friends knew about this, but I still kept it a secret from some other friends, including my vicar. There was no bad intention in that. I just didn’t want to stir them because of this news. Actually, I didn’t want to make some crazy people there thinking that I just wanted to show off. So I kept silent until I arrived at church Sunday morning.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>I was surprised since one of the ushers was the man who works for the US Embassy; <a title="My Visa Interview" href="http://thedreamchaser.wordpress.com/2008/06/20/bocah-centil-datang-ke-us-embassy/" target="_blank">he was the consular officer who interviewed me for my student visa.</a> I became nervous again and didn’t know what I had to say. Finally I shook his hand while thanking him for letting me pass the visa interview. Fortunately he is a shy man, so he just said “<em><span style="color:#0000ff;">it’s ok</span>.</em>” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Honestly, I didn’t know what the good topic for us to speak; he’s like a stranger for me, and I usually become nervous talking to strangers. So with this short answer, he saved me from confusing (“<span style="color:#3366ff;"><em>sorry, Mr. Solberg</em></span>”).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>The vicar who preached on that day was Rev. Dale Appleby. He preached about Genesis 3, it&#8217;s a story when Adam and Eve ate the forbidden fruit. I sat beside my friend, Veronica. It looked like people were attracted with Mr. Appleby’s sermon. It was interesting thing, because not many preachers like to talk about Genesis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>It was almost the end of the service. It was time for notices. I didn’t really pay attention to it, but I was shocked when suddenly Mr. Appleby said “<span style="color:#0000ff;"><em>This is the last day for Lidia…</em></span>” OMG, he announced it!!! I was absolutely happy with their attention, but I was also ashamed because it looked like everybody looking at me. I felt like my face was blushing or maybe burned.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>After the service I got a lot of kisses and hugs from friends. Mr. and Mrs. Ross even gave me a nice necklace. People said good bye to me and gave me encouragement. It was so sad, like we’ll never meet again. They are good people, good friends, good brothers and sisters. Wherever I may go, you will always in my mind. I know that I will find a new nice church in California, but I’m going to tell people there about All Saints, a very nice church that I’ve ever been. I’m proud of All Saints and the people there, no matter what they did. Good bye, Brothers &amp; Sisters!!</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/thedreamchaser.wordpress.com/63/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/thedreamchaser.wordpress.com/63/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thedreamchaser.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thedreamchaser.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thedreamchaser.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thedreamchaser.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thedreamchaser.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thedreamchaser.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thedreamchaser.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thedreamchaser.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thedreamchaser.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thedreamchaser.wordpress.com/63/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thedreamchaser.wordpress.com&blog=3818845&post=63&subd=thedreamchaser&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thedreamchaser.wordpress.com/2008/06/27/my-last-day-in-all-saints/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/94fdf95b761567172634feb32106db49?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dream_chaser</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Good bye, Dexa Medica!!</title>
		<link>http://thedreamchaser.wordpress.com/2008/06/26/good-bye-dexa-medica/</link>
		<comments>http://thedreamchaser.wordpress.com/2008/06/26/good-bye-dexa-medica/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jun 2008 17:29:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dream_chaser</dc:creator>
				<category><![CDATA[Friends]]></category>
		<category><![CDATA[Dexa Medica]]></category>
		<category><![CDATA[MIS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thedreamchaser.wordpress.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Last Friday was my last day in PT. Dexa Medica. I had been working for almost 5 months in this pharmaceutical company. It’s a big company with good management and policy. This company is located in TB Simatupang street, South  Jakarta. The office building is nice, but I don’t think that the employees are [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thedreamchaser.wordpress.com&blog=3818845&post=47&subd=thedreamchaser&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span>Last Friday was my last day in PT. Dexa Medica. I had been working for almost 5 months in this pharmaceutical company. It’s a big company with good management and policy. This company is located in TB Simatupang street, South  Jakarta. The office building is nice, but I don’t think that the employees are happy with this location. It’s not easy to reach this office, especially for those who commute with public buses. They need to walk about 300 M from the main road to the office building. For those who have their own vehicles, they have to pay the parking service in high prices. Some of my friends put their vehicles at the other buildings to save money, even though it makes them walking far enough to our office building.</span><span id="more-47"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;"><a href="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/06/dsc02778.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-48" src="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/06/dsc02778.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>I worked in Management Information System Department. </span><span>My manager was a nice young woman. She was a smart and friendly person, but she had some things that we didn’t like. She’s always panic when we faced problems related with our job. She became talk active and annoying. The second thing that we didn’t like from her was when she became upset or panic; she couldn’t help herself from sharing some private things to others. Just like when I got the scholarship from Fulbright, she became upset for she had not found a new person to replace me yet. So she shared my story to many people in the general meeting with other departments. Oh God…!!!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>However, she’s one of the best leaders that I’ve ever had.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>I had nice friendship with some people in Dexa, especially in my department. They were crazy and cheerful friends. One of my good friends here was <a title="Oli's Blog" href="http://glorialimbong.wordpress.com/" target="_blank">Gloria Limbong</a>, but we just call her Oli. I kept thinking about her when I ate Dunkin Donuts hahaha….</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>I lived in a boarding house in Wijaya Street, South Jakarta. My place was near with Pasaraya Grande – Blok M, where I could buy Dunkin Donuts easily. I brought donuts to my office almost everyday to save my belly in time of hunger </span><code> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' /> </code></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>Oli liked donuts very much. So these donuts had made our friendship blooming like flowers in spring time. I think she just liked me because of the donuts hehehe… (sorry, Oli).</span></p>
<p><a href="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/06/dsc019161.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-51" src="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/06/dsc019161.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>On my last day in Dexa, they asked me (I think they forced and threatened me) to perform <a title="Farewell Party" href="http://glorialimbong.wordpress.com/2008/06/24/farewell-w-mba-lidia/" target="_blank">a farewell party in a restaurant. In the end, I took them to D’Cost, the seafood restaurant in Kemang area.</a> We went there with 3 girls from ITD Department. Actually I wanted to invite my manager, but my friends didn’t happy with my good intention. They said that our manager would make us hard to talk and making jokes. Poor BJUN (my boss’ nick name). I think she’s always nice to me. We even had had lunch together before in Mangkok Putih Restaurant, in Citos. Well, I didn’t want to make my friends unhappy or frustrate in my farewell dinner, so I canceled my plan to ask my manager going with us.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>We had nice dinner at D’Cost. We ate crabs and fish. The foods were delicious, but there’s something bothered us. This restaurant was crowded, so we couldn’t stay longer after having dinner. We needed to leave the restaurant soon because there were a lot of customers waiting to get available table. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>I enjoyed having dinner with them, although some friends were not able to make it. I know I’ve been missing them, especially Oli with her crazy laughing. I’m proud that I’ve ever been one of the MIS personnel. Good bye Dexa Medica, good bye MIS!!!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em>PS:</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em>Buat teman-teman, sorry lagi belajar nulis in Englissshhhh&#8230;..</em></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/thedreamchaser.wordpress.com/47/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/thedreamchaser.wordpress.com/47/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thedreamchaser.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thedreamchaser.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thedreamchaser.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thedreamchaser.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thedreamchaser.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thedreamchaser.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thedreamchaser.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thedreamchaser.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thedreamchaser.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thedreamchaser.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thedreamchaser.wordpress.com&blog=3818845&post=47&subd=thedreamchaser&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thedreamchaser.wordpress.com/2008/06/26/good-bye-dexa-medica/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/94fdf95b761567172634feb32106db49?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dream_chaser</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/06/dsc02778.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/06/dsc019161.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Bocah Centil Datang ke US Embassy</title>
		<link>http://thedreamchaser.wordpress.com/2008/06/20/bocah-centil-datang-ke-us-embassy/</link>
		<comments>http://thedreamchaser.wordpress.com/2008/06/20/bocah-centil-datang-ke-us-embassy/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jun 2008 03:04:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dream_chaser</dc:creator>
				<category><![CDATA[AMINEF]]></category>
		<category><![CDATA[All Saints]]></category>
		<category><![CDATA[US Embassy]]></category>
		<category><![CDATA[Fulbright]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thedreamchaser.wordpress.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[Cieeehhhh&#8230;.. kalau membaca judul di atas, aku serasa terbang ke langit ketujuh.
Kadang-kadang aku merasa geli dengan segala yang terjadi dalam hidupku. Ada hal-hal tertentu yang sangat ingin ku lakukan, dan aku berusaha dengan segala cara untuk mencapainya. Most of the time aku gagal, tapi anehnya ketika aku sudah tidak berharap, maka hal itu datang pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thedreamchaser.wordpress.com&blog=3818845&post=46&subd=thedreamchaser&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Cieeehhhh&#8230;.. kalau membaca judul di atas, aku serasa terbang ke langit ketujuh.</p>
<blockquote><p><span style="color:#ff00ff;">Kadang-kadang aku merasa geli dengan segala yang terjadi dalam hidupku. Ada hal-hal tertentu yang sangat ingin ku lakukan, dan aku berusaha dengan segala cara untuk mencapainya. Most of the time aku gagal, tapi anehnya ketika aku sudah tidak berharap, maka hal itu datang pada saat yang sangat tepat dan cara yang tidak pernah aku duga sebelumnya. God&#8217;s time is always perfect.</span></p></blockquote>
<p>Seperti halnya dengan scholarship ke US yang ku terima, aku sudah sempat putus asa karena menunggu sedemikian lama. Beberapa teman bahkan sudah menerima hasilnya. Aku pun sudah berpikir untuk merelakannya. Tapi ketika aku sudah tidak mengharapkannya, mujizat itu nyata (kayak lagu&#8230;) dan Tuhan membuat impianku menjadi nyata dengan cara yang istimewa.<span id="more-46"></span></p>
<p>Dulu aku sering melewati kedutaan besar Amerika Serikat di Jalan Medan Merdeka Selatan. Setiap kali aku melewatinya, sempat terlintas di benakku, kapankah aku bisa menapakkan kaki di kedutaan yang sangat prestige ini. Aku pun mencoba berbagai cara. Bersama temanku, kami menyusun berbagai siasat untuk bisa masuk ke US Embassy, walaupun tidak untuk membuat visa.</p>
<p>Kami mengirim email, tapi tidak mendapat jawaban. Akhirnya kami memberanikan diri untuk menelpon, menanyakan tentang perpustakaannya. Karena menurut hemat kami, hanya dengan alasan itu kami bisa diperbolehkan masuk ke US Embassy. Ketika ditanya ingin mencari informasi apa di perpustakaan, aku menjawab ingin mendapatkan informasi tentang education di US. Oleh petugas yang menerima telepon, aku dianjurkan untuk mengubungi AMINEF. Dengan pede-nya aku menelepon AMINEF, dengan asumsi bahwa AMINEF itu juga ada di lingkungan US Embassy. Tapi harapan kami langsung pupus ketika mbak AMINEF (begitu aku memanggil si petugas) memberitahu bahwa ternyata kantor AMINEF itu ada di gedung Balai Pustaka, atau dengan kata lain jauh dari US Embassy, ohhh noooo!!!!</p>
<p>Tapi setelah aku tidak berusaha lagi, ternyata Tuhan memberikan berkat berupa beasiswa ke US. It means, aku harus buat visa. Dan kemarin, 19 Juni 2008 adalah hari bersejarah dalam hidupku ketika untuk pertama kalinya aku menginjakkan kaki di bumi US Embassy.</p>
<p>Beberapa temanku sesama grantees yang sudah lebih dulu berangkat ke US, menasihatiku untuk tidak perlu khawatir dengan interview visa. Katanya interview untuk seleksi di AMINEF masih jauh lebih mematikan daripada yang satu itu. Tapi toh aku tetap merasa was-was, apalagi ketika Bu Adeline (AMINEF) mengatakan bahwa ada juga beberapa Fulbrighters yang ditolak / pending visa-nya, tanpa alasan yang jelas. Katanya sih karena mereka hanya punya 1 nama yang menyebabkan butuh waktu lama untuk mencarinya di database US Intelligent. Bu Adeline juga mengatakan bahwa jika visa kami refused, maka passport akan langsung dikembalikan saat itu juga. Tapi jika berhasil, maka kami akan mendapatkan kartu putih di mana tercantum tanggal pengambilan visa. Oh God, semoga aku dapat kartu yang warna putih, jangan kartu kuning, apalagi kartu merah (ini interview visa atau main bola ya????).</p>
<p>Dari malam sebelum interview aku sudah gelisah, seolah-olah isi perutku terjungkir balik. Pagi hari sebelum interview, aku diare sampai beberapa kali sangking nervous-nya. Ketika ini ku ceritakan kepada teman-teman, mereka hanya menertawakanku. Akhirnya aku mengirim SMS kepada segenap anggota keluargaku di Manado, memohon dukungan doa. Untunglah Papie dan Mamie-ku bagaikan malaikat penolong, mereka mengirimkan SMS panjang berisi kata-kata penguatan. Mereka mengatakan bahwa mereka, termasuk kakak dan adikku, sudah berdoa pagi itu untuk kelancaran proses interview-ku. Papie (caileee&#8230;) mengatakan bahwa dia merasa mendapat bisikan dari Tuhan that everything will be ok for me.</p>
<p>Aku dan teman-teman turun di depan US Embassy dengan perasaan campur aduk, 5 sendok senang, 7 gelas bangga, dan 10 Kg ketakutan (mau masak ya, mbak?). Di gerbang depan (Pos I), kami mengatakan bahwa kami dari AMINEF, datang untuk interview visa. Sang petugas security terlihat sibuk mengecek, apakah nama kami sudah terdaftar atau belum. Akhirnya setelah menunggu lebih dari 5 menit, kami diperbolehkan masuk. Aku terkejut ketika melihat bangunan US Embassy ternyata old historical building. Sebelumnya aku membayangkan sebuah gedung modern dengan begitu banyak kaca. But I like the environment, and nervous forever!!!</p>
<p>Melintasi lapangan basket, kami mendatangi Pos II. Di sini kami harus menitipkan handphone dan segala barang elektronik. Setelah menunjukkan kartu identias (KTP of course) dan dicatat namanya, kami mendapatkan badge untuk pengunjung. Selanjutnya tas, berikut tubuh kami harus melewati security screen, untuk mendeteksi ada-tidaknya benda berbahaya. Ups&#8230;, payung yang kubawa menjadi masalah, untunglah sang petugas segera mendapati bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan payung jelek itu. Malang bagi Andy (peserta CCSIP dari Makassar), dia disuruh untuk menunggu petugas mencatat semua barang-barang elektronik yang kami titipkan. Akhirnya kami diperbolehkan masuk ke ruang tunggu untuk interview.</p>
<p>Di ruangan ini ada beberapa loket kaca. Kami duduk di bagian yang bertuliskan &#8220;Non Immigrant Visa&#8221;. Kami memandang dengan iri ke arah mereka yang duduk di bagian &#8220;Citizen and Permanent Resident&#8221;. Well, maybe someday I will sit in that section too, if it&#8217;s God&#8217;s will for me.</p>
<p>Kami menunggu dengan sabar ketika nama kami dipanggil satu-persatu untuk memberikan sidik jari. Setelah sidik jari kami didapati tidak sama dengan sidik jari para teroris yang terdaftar di database FBI, kami pun dipanggil satu-persatu untuk interview di loket yang tidak jauh dari loket sidik jari tadi. Aku duduk diam, dengan tangan beku sedingin es, jantung yang rasanya hampir meloncat keluar dari dadaku. Aku mengucapkan doa dalam hati dan berusaha menarik napas panjang dan melepasnya lewat mulut seperti yang diajarkan pelatih choir-ku. Itu tidak banyak membantu. Ketika aku hampir pingsan karena ketakutan, namaku dipanggil oleh sang officer, giliranku untuk interview telah tiba. Oh God, please help me!</p>
<p>Aku ternganga ketika melihat sang officer yang akan menginterview-ku. Ternyata dia adalah seorang yang sudah ku kenal meski kami tidak pernah mengobrol sebelumnya. Dia adalah seorang pria Amerika yang masih muda, anggota gerejaku di <a href="http://thedreamchaser.wordpress.com/2008/06/12/gerejaku-all-saints-ku/" target="_blank">All Saints</a>. Aku tahu bahwa dia bekerja untuk US Embassy, tapi tak pernah terlintas di pikiranku bahwa akhirnya dia yang akan menginterview-ku. Pria ini tidak menunjukkan kesan bahwa dia mengenalku. Bertemu dengan seseorang yang kukenal, tidak mengurangi ketakutanku. Dengan suara gemetar aku berusaha menjawab setiap pertanyaan yang dilontarkannya.</p>
<p>Ternyata teman-temanku benar. Tidak ada yang perlu ku takutkan. Interview visa ini berjalan sangat amat singkat. Petugas ini hanya menanyakan akan ke mana di US, apa yang akan kupelajari, apakah aku punya keluarga di sana, dan apa pekerjaanku saat ini. Tidak sampai 5 menit, sang petugas bule telah melemparkan kartu putih ke arahku, sambil berkata:</p>
<p>&#8220;<span style="color:#0000ff;"><em>You can come back here to get your visa on Monday.</em></span>&#8220;</p>
<p>That&#8217;s it! Tanpa senyum dan tanpa ekspresi, dia mengucapkan &#8220;Have a nice trip!&#8221;</p>
<p>Dan aku, dengan tergagap karena terkejut mengucapkan &#8220;thank you very much.&#8221;</p>
<p>Thanks God, I got the visa!!! Horraayyyy!!!</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/thedreamchaser.wordpress.com/46/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/thedreamchaser.wordpress.com/46/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thedreamchaser.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thedreamchaser.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thedreamchaser.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thedreamchaser.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thedreamchaser.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thedreamchaser.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thedreamchaser.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thedreamchaser.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thedreamchaser.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thedreamchaser.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thedreamchaser.wordpress.com&blog=3818845&post=46&subd=thedreamchaser&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thedreamchaser.wordpress.com/2008/06/20/bocah-centil-datang-ke-us-embassy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/94fdf95b761567172634feb32106db49?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dream_chaser</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gerejaku, All Saints-ku</title>
		<link>http://thedreamchaser.wordpress.com/2008/06/12/gerejaku-all-saints-ku/</link>
		<comments>http://thedreamchaser.wordpress.com/2008/06/12/gerejaku-all-saints-ku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jun 2008 08:44:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dream_chaser</dc:creator>
				<category><![CDATA[All Saints]]></category>
		<category><![CDATA[American Club]]></category>
		<category><![CDATA[Anglican]]></category>
		<category><![CDATA[ANZA]]></category>
		<category><![CDATA[Christian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thedreamchaser.wordpress.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Seperti yang sudah ku ceritakan di Kenapa Aku ke All Saints, aku telah jatuh cinta dengan gerejaku pada saat kebaktian pertama. Romantis amat ya&#8230;
Meskipun tanpa kepercayaan diri sama sekali, aku mulai terlibat di beberapa pelayanan (sok bangeeettttt&#8230;) seperti choir, dan juga singer. Salah satu keuntungan menjadi anggota choir di sini adalah kami tampil tidak hanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thedreamchaser.wordpress.com&blog=3818845&post=40&subd=thedreamchaser&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Seperti yang sudah ku ceritakan di <a title="Kenapa Aku ke All Saints???" href="http://thedreamchaser.wordpress.com/2008/06/12/kenapa-aku-ke-all-saints/#more-36" target="_blank">Kenapa Aku ke All Saints</a>, aku telah jatuh cinta dengan gerejaku pada saat kebaktian pertama. Romantis amat ya&#8230;</p>
<p>Meskipun tanpa kepercayaan diri sama sekali, aku mulai terlibat di beberapa pelayanan (sok bangeeettttt&#8230;) seperti choir, dan juga singer. Salah satu keuntungan menjadi anggota choir di sini adalah kami tampil tidak hanya di All Saints, tapi juga di beberapa tempat bertaraf internasional. Pada Natal yang lalu kami bernyanyi di American Club dan ANZA (Australia &amp; New Zealand Association).<span id="more-40"></span></p>
<p><a href="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/06/img_54071.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-42" src="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/06/img_54071.jpg?w=300&#038;h=225" alt="All Saints Choir" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Pemain piano favoritku di gereja ini adalah Mrs. Shelley Tahija, seorang dokter dengan talenta yang luar biasa dalam musik. Aku mengagumi penampilannya yang bersahaja, meskipun dari segi ekonomi dia benar-benar diberkati. Dari luar orang mungkin melihatnya sangat cool, beberapa orang bahkan merasa iri dan dengki dengan kemampuan, bakat serta segala materi yang dimilikinya. Tapi menurut hematku, ia hanya mencoba melakukan yang terbaik untuk melayani Tuhan. Haruskah kita membenci seseorang hanya karena ia diberkati?</p>
<p>Kami memiliki berbagai aktifitas yang menarik seperti piknik, Bible Study, Alpha Course, Women&#8217;s / Men&#8217;s Breakfast dan masih banyak lagi. All Saints juga mempunyai beberapa <a title="Outreach" href="http://www.allsaintsjakarta.org/outrch.htm" target="_blank">Outreach Projects</a> yang membuka kesempatan bagi kami untuk melayani masyarakat di luar gereja.</p>
<p>Salah satu hal yang ku senangi dari gerejaku adalah setelah kebaktian pagi, kami biasanya berkumpul di gazebo untuk menikmati morning tea. Aku senang dengan morning tea, bukan karena bisa makan kue gratis, tapi karena di sinilah kami bisa ngobrol dan mendapatkan teman baru. Hasilnya, aku banyak mendapat teman baik yang sangat menyenangkan, di antaranya Mira (sang sekretaris gereja) dan Ester, tidak kelupaan my loving Uncle Derek and Auntie Neema. Masih ada juga Mr. David and Dinah Ross, (David adalah pelatih choir di gerejaku, Douglas &amp; Nova Horley (mantan guru Inggris-ku), Sarah, Veronica, Renny, Magdalena, Stanley Lee, Suzan. Dari South Jakarta ada Yolanda, Martinktje, Gerda, Johanna, Jubi dan masih banyak lagi nice people yang telah menjadi sahabatku selama menjadi jemaat di sini.</p>
<p><a href="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/06/all-saints-4.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-43" src="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/06/all-saints-4.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Gazebo" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Selain itu, aku juga sudah menjalin persahabatan dengan para pendetaku, yaitu Rev. Dale Appleby dan Rev. Ian Hadfield. Keduanya adalah pendeta asal Australia dengan aksen yang kental dan pengetahuan Theologia yang dahsyat. Terkadang aku melontarkan pertanyaan pada mereka, baik secara lisan maupun lewat email, mengenai hal-hal yang tidak ku mengerti dalam Alkitab. It&#8217;s so amazing!!! Umumnya jemaat di sini memanggil para pendeta dengan nama kecil mereka, seperti lazimnya di western countries. Tapi aku, dengan adat istiadat timur, merasa tidak sopan memanggil pendetaku dengan nama kecil mereka. Akhirnya meskipun terdengar aneh bagi sebagian jemaat, aku tetap memanggil pendetaku dengan sebutan Mr. Appleby and Mr. Hadfield.</p>
<p>Beberapa orang Indonesia di sini sering menimbulkan masalah, terutama soal survey yang sebenarnya bertujuan untuk mencari tahu kebutuhan jemaat orang Indonesia yang bisa dibantu oleh gereja, dan juga sebaliknya potensi atau bakat apa yang bisa kami sumbangkan sebagai jemaat. Sebagian dari mereka bahkan menyebarkan gosip, hasutan termasuk ancaman yang sangat keji. Umumnya mereka adalah orang-orang bermasalah yang tidak bisa menghadapi kenyataan. Mereka tidak bisa melihat kelebihan orang lain, selalu merasa iri.</p>
<p>Bahkan di antara mereka ada seorang perempuan separoh baya yang selalu menjadi biang kerok, menghasut sana-sini dan merasa diri paling hebat. Dia selalu membanggakan dirinya sebagai orang yang sudah sering ke luar negeri (terutama ke Australia), bekerja untuk United Nations (alias PBB) menolong anak-anak terlantar, lulusan salah satu perguruan tinggi negeri di Jakarta, dan segudang hal-hal tidak masuk akal yang membuat kami muak. Jika kami (beberapa anak muda di All Saints) tidak menurutinya, maka kami akan menjadi korban berikut dari gosip dan hasutannya. Dan dia sangat menentangku bergabung dengan choir gereja yang dikatakannya tidak professional. OMG, this old woman is crazy and foolish.</p>
<p>Sebagai manusia, aku ingin menyarankan agar mereka (terutama si wanita tua sinting tadi) tidak diperbolehkan lagi datang ke All Saints. Tapi untunglah para pendeta dan diaken di sini benar-benar menjalankan perintah Tuhan untuk saling mengasihi dan mengampuni. Jadi, orang-orang itu masih tetap diterima dengan baik, meskipun mereka selalu berulah dan membuat kami jengkel. Seorang teman menasihatiku agar mengasihani orang-orang ini, karena mereka sebenarnya perlu ditolong. Masalahnya, mereka juga menolak untuk ditolong, gimana donkkk&#8230;.???</p>
<p>Orang-orang (terutama orang Indonesia) datang ke gereja ini dengan berbagai maksud dan motivasi. Tapi bagiku aku datang ke gereja ini, karena aku ingin beribadah, aku mencintai gereja ini dengan segala keberadaannya. Aku bahkan menikmati saat-saat sendirian berada di dalam gereja ini tanpa ada seorang pun di situ. Menurutku, itu adalah Rumah Tuhan, dan Dia benar-benar hadir di situ.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/thedreamchaser.wordpress.com/40/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/thedreamchaser.wordpress.com/40/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thedreamchaser.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thedreamchaser.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thedreamchaser.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thedreamchaser.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thedreamchaser.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thedreamchaser.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thedreamchaser.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thedreamchaser.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thedreamchaser.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thedreamchaser.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thedreamchaser.wordpress.com&blog=3818845&post=40&subd=thedreamchaser&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thedreamchaser.wordpress.com/2008/06/12/gerejaku-all-saints-ku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/94fdf95b761567172634feb32106db49?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dream_chaser</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/06/img_54071.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">All Saints Choir</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/06/all-saints-4.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Gazebo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kenapa Aku ke All Saints???</title>
		<link>http://thedreamchaser.wordpress.com/2008/06/12/kenapa-aku-ke-all-saints/</link>
		<comments>http://thedreamchaser.wordpress.com/2008/06/12/kenapa-aku-ke-all-saints/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jun 2008 07:46:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dream_chaser</dc:creator>
				<category><![CDATA[All Saints]]></category>
		<category><![CDATA[Anglican]]></category>
		<category><![CDATA[Christian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thedreamchaser.wordpress.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[Menepati janjiku sebelumnya, aku akan menceritakan tentang gereja yang telah menjadi tempatku beribadah selama setahun terakhir ini. Sudah lama aku ingin menulis sesuatu tentang gerejaku, tapi setiap kali aku duduk di depan komputer, jari-jariku seakan beku tak mau bergerak menyentuh tuts-tuts pada keyboardku. Akhirnya aku hanya duduk terdiam sampai screensaver menutupi pandanganku dari Firefox. Hari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thedreamchaser.wordpress.com&blog=3818845&post=36&subd=thedreamchaser&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Menepati janjiku sebelumnya, aku akan menceritakan tentang gereja yang telah menjadi tempatku beribadah selama setahun terakhir ini. Sudah lama aku ingin menulis sesuatu tentang gerejaku, tapi setiap kali aku duduk di depan komputer, jari-jariku seakan beku tak mau bergerak menyentuh tuts-tuts pada keyboardku. Akhirnya aku hanya duduk terdiam sampai screensaver menutupi pandanganku dari Firefox. Hari ini entah ada angin apa akhirnya aku berhasil juga mengetik sampai sejauh ini.</p>
<p>Judul di atas adalah salah satu dari pertanyaan survey yang diadakan gerejaku kurang lebih sebulan yang lalu. Sebuah survey yang menuai kontroversi di kalangan orang Indonesia. Bagiku, just be positive. If there&#8217;s nothing wrong with you, then there&#8217;s nothing you need to worry about.<span id="more-36"></span></p>
<p>Gerejaku berada di kawasan Jakarta Pusat, tepatnya di Jl. Arief Rahman Hakim No. 5 Menteng. Gereja yang usia bangunannya sudah cukup lanjut ini resminya bernama All Saints Anglican Church. Dulu ketika aku masih baru di ibukota, sempat beberapa kali melewati gereja ini. Awalnya aku merasa seram melihat temboknya yang tinggi, jeruji besi dan masih ditambah kawat berduri yang membuatnya terkesan seperti penjara. Tidak hanya itu, dari luar juga terlihat pohon-pohon tinggi besar berdaun rimbun menambah angker suasana. Waktu itu aku sempat berpikir bahwa mungkin itu gereja katolik, atau mungkin juga gereja beraliran sesat (I&#8217;m sorry, Mr. Appleby).</p>
<p><a href="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/06/all-saints-3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-37" src="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/06/all-saints-3.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Awal tahun 2007 aku masih beribadah di sebuah gereja lain (masih di bilangan Jakarta Pusat) yang juga menyediakan English Service. Aku sangat menikmati kebaktian berbahasa Inggris. Bukannya aku tidak mencintai Bahasa Indonesia, tapi entah kenapa aku merasa ada yang lain ketika bernyanyi dan berdoa dalam bahasa Inggris. Mungkin karena ada hal-hal tertentu yang sulit diungkapkan dengan bahasa Indonesia, tapi akan terasa mudah bahkan indah bila diungkapkan dengan bahasa Inggris. Perlu diingat bahwa Alkitab diterjemahkan dari bahasa Inggris, begitu juga sebagian besar hymn yang dinyanyikan di gereja-gereja Indonesia adalah terjemahan. Kadangkala terjemahan itu agak melenceng dari makna sebenarnya dalam bahasa Inggris, itu pula alasan kenapa aku lebih memilih kebaktian dalam bahasa Inggris.</p>
<p>Malangnya, gereja yang sebelumnya ku kunjungi ini memang menyediakan English Service, tapi para diaken yang melayani plus Pendetanya (kadang2) tidak begitu bagus dalam pronounciation dan grammar (apaan cobaaa&#8230;.), mungkin karena bukan native speaker, alias orang Indonesia yang berbahasa Inggris. Akibatnya aku merasa terganggu dan sulit memahami apa yang mereka katakan.</p>
<p>Aku menceritakan masalah ini to my best friend, pada saat kami menikmati makan malam di sebuah restaurant di mall Taman Anggrek. Temanku menyarankan agar aku mengunjungi All Saints Anglican Church di Menteng. Aku terkejut mendengarnya.</p>
<p>Aku menyahut &#8220;bukannya itu gereja Katolik?&#8221;</p>
<p>Dengan santai ia menjawab &#8220;bukan, itu gereja Protestan koq. Gue udah pernah ke situ sekali.&#8221;</p>
<p>Setelah mendapat kepastian darinya, aku mulai menyusun rencana untuk datang ke All Saints pada hari Minggu berikutnya.</p>
<p>Hari Minggu pagi di awal Februari 2007, aku melangkah dengan sedikit ketakutan menuju All Saints. Setelah mengecek jadwal kebaktian di internet, aku memilih untuk menghadiri kebaktian pukul 7.30 am. Ku pikir aku akan pingsan ketakutan, tapi anehnya aku merasa ada perasaan lain ketika kakiku menapak di depan gerbang gereja ini. Ada suasana khidmat, khusyuk, doa, sejahtera dan berbagai perasaan lain yang sulit untuk ku ungkapkan dengan kata-kata. Seolah setiap lembar daun, setiap butir kerikil, setiap jengkal tanah dan segala makhluk di gereja itu sedang melantunkan pujian dan penyembahan bagi Raja di atas segala raja yang telah menciptakan semesta ini, dan juga telah menebus dosa-dosaku.</p>
<p>Kenapa jadi serius begini ya??? Wah, bocah centil bertobat. Tapi itulah yang sebenarnya ku rasakan pada saat itu, meskipun aku baru berdiri di depan gerbang gereja, dan belum melangkah masuk ke dalam gereja.</p>
<p>Sebelum mencapai gedung gereja, aku masih harus melewati security check terlebih dahulu. Hal ini dilakukan karena sebagian besar jemaat di sini adalah orang asing alias bule, ada juga Chinese, Negro, India, dan dari berbagai suku bangsa. Beberapa orang bekerja untuk kedutaan, bahkan beberapa Dubes juga kadang-kadang datang ke gereja ini pada hari-hari besar seperti Christmas or Easter.</p>
<p>Setelah dinyatakan bukan teroris oleh pak security, aku berjalan menuju gedung gereja yang letaknya ternyata agak jauh masuk ke dalam. Ada pagar besi tipis yang membatasi antara bangunan gereja dan gazebo dengan pelataran parkir. Sekali lagi aku menjumpai seorang Satpam berjaga di gerbang dalam.</p>
<p>Aku kagum melihat bangunan gereja yang berdiri megah di depanku. Bangunan ini terlihat sangat artistik dan eksotis, persis bangunan bersejarah di Eropa. Gereja ini sebenarnya adalah gereja Inggris, dan juga (kalau tidak salah) didirikan oleh beberapa orang Inggris. Tapi melihat pilar-pilarnya aku teringat pada nuansa arsitektur Belanda.</p>
<p>Dugaanku tidak jauh meleset. Ruangan di dalam gereja terasa sangat nyaman dan sejuk karena langit-langit yang tinggi. Bangku-bangkunya pun masih terbuat rotan, seperti peninggalan zaman Belanda. Di depan kursi tersedia tempat untuk berlutut yang bagian bawahnya dibuat beroda sehingga bisa didorong masuk ke bawah bangku di depannya. Di dinding koridor samping ruang kebaktian terdapat plat-plat besi bertuliskan nama-nama pendahulu yang pernah berjaza bagi gereja ini. Terlihat nama orang-orang asing seperti Colonel William dan lain sebagainya.</p>
<p><a href="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/06/all-saints-2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-38" src="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/06/all-saints-2.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Pendeta yang berkhotbah pada saat itu adalah Rev. Dale Appleby, seorang pria berkebangsaan Australia yang bahasa Inggrisnya sangat halus dan intonasi suara yang lembut menenangkan. Dengan bahasa Inggris yang sempurna seperti itu, membuatku sangat mudah memahami khotbahnya. Cukup sekali mendengarkan ia berbicara, aku sudah bisa menarik kesimpulan bahwa Pendeta ini memiliki pengetahuan Theologia yang cukup luas.</p>
<p>Aku juga menikmati dentingan piano yang lembut mengiringi kami bernyanyi. Pemain musiknya adalalah istri Pendetaku sendiri, Ibu Joy Appleby. Aku begitu terhanyut dengan hymn yang kami nyanyikan, membuatku seolah sedang berada di surga dan bernyanyi bersama para malaikat. Temanku benar, ini adalah gereja Protestan dengan suasana kebaktian yang luar biasa menarik.</p>
<p>Tiba-tiba timbul perasaan was-was ketika membaca pada order of worship, bahwa pagi itu kami akan menerima Holy Communion alias perjamuan. Aku khawatir sekaligus juga bersemangat karena aku tidak tahu bagaimana cara gereja Anglican mengadakan perjamuan. Pada saat Holy Communion dimulai, jemaat berjalan ke depan menuju altar. Meskipun merasa bingung, aku langsung mengekor di belakang mereka.</p>
<p>Akhirnya aku melihat cara mereka menerima perjamuan ini. Ternyata di depan altar tersedia beberapa bantal untuk jemaat berlutut. Kemudian sang Pendeta bersama seorang assistant memberikan hosti (roti bundar yang sangat tipis seperti kertas, khusus untuk perjamuan) dan juga minuman anggur. Untuk wine disajikan dalam cawan besar yang bisa diminum secara bergilir, dan tersedia juga dalam sloki (gelas kecil dari plastik) atau biasa disebut individual chalice.</p>
<p>Aku benar-benar menyukai cara holy communion seperti ini. Benar-benar berbeda dengan gereja-gereja yang sebelumnya ku kunjungi. Aku merasakan khidmat yang teramat sangat. Aku menyukai khotbah, musik, lagu, jemaat, environment dan segala yang ada di gereja ini. Gereja ini bukanlah tanpa cela, tapi cobalah selalu untuk berpikir positif dan bersyukur dengan segala yang diberikan Tuhan untukmu. Cause&#8230; nobody&#8217;s perfect, so do you.</p>
<p>Read more about <a title="Read more about All Saints" href="http://www.allsaintsjakarta.org" target="_blank">All Saints<br />
</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/thedreamchaser.wordpress.com/36/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/thedreamchaser.wordpress.com/36/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thedreamchaser.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thedreamchaser.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thedreamchaser.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thedreamchaser.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thedreamchaser.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thedreamchaser.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thedreamchaser.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thedreamchaser.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thedreamchaser.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thedreamchaser.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thedreamchaser.wordpress.com&blog=3818845&post=36&subd=thedreamchaser&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thedreamchaser.wordpress.com/2008/06/12/kenapa-aku-ke-all-saints/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/94fdf95b761567172634feb32106db49?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dream_chaser</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/06/all-saints-3.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://thedreamchaser.files.wordpress.com/2008/06/all-saints-2.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>