Berhubung diriku sudah diprotes sama Isna, temanku yang baik hati dan tidak sombong, maka pada postingan kali ini aku akan menceritakan sisi baik dirinya (sebenarnya sih nggak ada sisi baiknya), biar fair gitchuuu…
Pada saat pertama kali aku bertemu dengannya, yaitu ketika kami mengikuti seleksi interview di kantor AMINEF. Gadis desa yang lugu ini baru saja selesai mengikuti interview (aku urutan berikutnya) ketika dia keluar mendatangi kami, para peserta lain, dengan wajah pucat pasi dan tangan sedingin es. Dia menceritakan betapa nervous dia di dalam sana, dan akhirnya karena kegugupannya dia diperbolehkan menjawab pertanyaan dalam bahasa Indonesia.
Isna mengambil major pertanian, mengingat pekerjaannya saat ini yaitu sebagai penyuluh bagi para petani di pedalaman Makassar, di Salayar tepatnya. Semakin banyak kami mengobrol, aku semakin salut dengan semangatnya, meskipun dengan kemampuan bahasa Inggris yang terbatas dia tetap percaya diri. Dia pula yang menyemangatiku pada hari Minggu yang lalu, ketika aku menceritakan impianku padanya. Dia mengatakan bahwa aku harus mencoba dan mulai berusaha, karena kalau Tuhan berkehendak, pasti akan ada jalan yang terbuka untukku.
Hal lain yang membuatku kagum padanya adalah dia begitu jujur menceritakan apa adanya tentang dirinya. Bahkan ketika ditanya pada saat interview, apakah dia bisa menari atau menyanyi, dia menjawab sejujurnya bahwa dia tidak bisa. Sebagian dari kami berusaha menampilkan yang terbaik dan menutupi kekurangan, bahkan berusaha kelihatan bisa meskipun sebenarnya tidak bisa. Isna, begitu berbeda dengan peserta lainnya.
Belakangan aku mengetahui bahwa ternyata Isna, sebagai anak bungsu, termotivasi oleh kakak2nya yang juga mendapatkan beasiswa dari negara lain (Australia dan Belanda). Mungkin dia tinggal di tempat terpencil, tapi Isna dan saudara-saudaranya sudah menunjukkan semangat yang pantang menyerah dan hasil yang didapat ketika mereka tetap percaya pada mimpi-mimpi mereka.
Isna sebagai seorang wanita muda, satu dari sekian banyak pemuda Indonesia yang berani mengabdikan diri menjadi penyuluh bagi petani di pedalaman Makassar. You are the best, and you deserve for this scholarship.
Mba Lid, nulis ini ikhlas kan??
Buat mba lid dan temen2nya yang dapet scholarship ke America,salut buat kalian semua. Kalian berani bermimpi dan beusaha mewujudkannya. Semoga apa yang kalian cita2 kan tercapai.
Baik2 di negeri orang yah nak.. Hahhahaa.. apa coba!! Ternyata Oly bisa serius juga kan mba lid
Sebenarnya sih gak ikhlas, tapi daripada nanti gw kena amukan preman Makassar
hey………pada omongin aku ya………hayoooo…..
lid, aku tersentuh banget kamu omongan kamu kaya gitu. pertama membacanya, perasaanku bagaikan di awang-awang. aku sampe merasa apakah benar aku yang diomongin sama si lidia?? tak percaya rasanya…
tapi pas mbaca yang paragraf terakhir, perasaan melambung langsung jatuh, droppp…kok kayanya si lidia udah kelewat batas deh…nyanjungnya udah terlampau tinggi buat aku yang seorang wanita desa biasa yang lugu, baik hati dan tidak sombong…hehehe//
Huahaha…. Isna, isna…
Ngedrop koq tapi ujung2nya narsis ya :p
Gpp deh, aku tetap salut dengan dirimu yang memiliki semangat juang 45 (Merdeka atau matiiii!!!!)
hey jeung…aku ada di singapore skarang.
kereeeeeen banget…..
pas masuk, kami udah disambut oleh karpet bermotif seperti kulit harimau, warnanaya black and white.
dan seperti orang udik yang baru liat pemandangan bagus, segera saja aku ancang2, ambil kamera dan memotret segala hal yang berbau cakep wangi dan indah mewarna (just like me of course!) hehe….
habis itu anak2 satu persatu mejeng dah. si angga duluan (of course, soalnya doi yang paling semangat), habis itu si ade dan terakhir herry (yang kerja di Trans7 tuuuh…)
setelah itu aku udah mulai rekam sana sini. trus apa lagi ya…..eh kita ngenetan gratis. waktunya dibatasi cuman 15 menit. but ga papa soalnya kecepatan browsingnya sangat menakjubkan. aku belum selesai berkedip, eh udah ganti layarnya (hahaha…kayanya hiperbola deh)…
setelah itu, aku capeeeeeeeeeeeeek banget..akhirnya aku tiduran di kursi dan si anak 3 itu jalan2 sendiri. eh akhirnya mereka pada balik ke aku soalnya yang pegang kamera kan aku. ga seru kalo jalan2 ga sambil foto2.akhirnya kami fotot ber4 melalui foto otomatis…
eh udahan ya….mau check in lagi, menuju chicago
bye…………
Kekeke… dasar katro!! Ok deh, preman Makassar, semoga dirimu sukses di sana. Diriku lagi nervous menanti interview visa kamis besok. Akhirnya bocah centil masuk juga ke US Embassy. Jangan lupa ya rencana qta utk backpacker keliling US
hey jeung….gimana dengan interviewnya…good luck for you…
we’ll wait you here, okay
eh, kok jadi ngobrol di blog-mu ya….
Huahaha….
Aku udah interview visa kemarin, sampai nervous banget, ternyata cuma short interview aja. Thanks God, visaku udah bisa diambil senin tgl 23 June.
See you soon ya, jeunggg…