Hari kedua di Hotel Borobudur, aku bersiap-siap untuk orientasi sehari penuh. Setelah menyikat habis hidangan breakfast yang luar biasa lezat, kami berkumpul di Sumba Room. Di sini kami diperkenalkan satu per satu menurut program yang diikuti. Acara ini juga dihadiri oleh Mr. Michael Anderson (Counselor of U.S. Embassy for Public Affairs). Akhirnya aku bertemu juga dengan bapak yang satu ini. Orang inilah yang posisinya hendak ku gantikan, sebagaimana yang tertulis dalam aplikasi scholarshipku hahaha… Dengan tingkat pede yang ketinggian, aku menulis bahwa dalam 5 tahun aku berencana memiliki karir di U.S. Embassy sebagai Counselor for Public Affairs. Andai saja Mr. Anderson tahu, pasti dia sangat sedih dan malu memiliki penerus seperti diriku
Ternyata anak-anak CCSIP meskipun terkecil tapi paling keren dan beken. Buktinya ketika tiba giliran kami untuk berfoto, kami adalah kelompok yang paling banyak memiliki photographer, sehingga membuat Mr. Michael McCoy (Executive Director AMINEF) dan Mr. John A. Heffern (Charge d’Affaires, U.S. Embassy) lelah tersenyum.
Selepas makan siang, kami berdiskusi dalam group-group kecil, dengan para American Grantees sebagai facilitatornya. Facilitatorku adalah Dr. Deborah Cole. Ibu 1 anak ini benar-benar luar biasa hebat. Sebagai seorang pakar linguistik, dia sangat fasih berbahasa Indonesia dengan aksen yang hampir menyerupai orang Indonesia asli.
Setelah coffee break, kami berkumpul di Sumba C Room untuk mengikuti Pre-academic Workshop. Kali ini facilitatornya adalah Mr. McCoy dan Ms. Sarah Krier yang sedang melakukan penelitian tentang jamu di Jogja. Aku sudah bertemu malam sebelumnya dengan Ms. Krier karena dia duduk di meja yang sama denganku. Banyak hal menarik yang ku dapat darinya. Di antaranya tentang hal-hal yang harus dan tidak seharusnya dilakukan di kampus di USA. Ketika sesi ini berakhir, aku mendekatinya untuk menanyakan informasi travel within the USA. Bule yang satu ini dengan ramah memberikan sejumlah situs yang bisa ku kunjungi untuk mendapatkan tiket perjalanan di US dengan harga murah untuk student. Thanks, Ms. Krier.
Aku lupa menceritakan bahwa aku sempat mendapatkan pujian dari Mr. McCoy yang membuatku hampir terbang ke langit ketujuh. Ketika Ms. Krier mulai menulis beberapa point penting di whiteboard, dengan refleks aku langsung ikut-ikutan menulisnya juga di block note-ku. Ternyata hal itu sangat mengesankan Mr. McCoy. Dia melihat bahwa aku adalah satu-satunya orang yang mencatat. Aku sangat terkejut ketika tiba-tiba dia berbicara meminta perhatian para peserta lain, kemudian mengatakan “I want all of you to do like what this girl is doing (sambil tangannya menunjuk ke arahku).” Ternyata dia ingin kami semua langsung mencatat apa yang dituliskan oleh Ms. Krier. Katanya dosen-dosen di US biasanya langsung menghapus whiteboard begitu selesai ditulis tanpa menunggu mahasiswanya mencatat terlebih dahulu gosshhh….
….to be continued


selamet yach , akhir tercapai juga, dan tinggal dijalanin,
semoga sukses…..
jeng…fotonya kok mereng gitu…
ga ngomong, aku punya lho foto2 kita yang barengan peserta lain.
nah disitu aku paling manis,
kan mantap kalo dipajang
Makanya kasih donk fotonya, jangang ngomong doankk…
Lagian biarpun miring, aku tetap kelihatan paling cantik hihihi…
Huh.. dasar mba Lid, Narsis bgt.. Tobat mba..
Aku bertobat dan berjanji utk tidak narsis lagi, tapi kan kenyataannya aku memang cantik, gimana donnkkk…. :p