Dengan seizin ibunda boss, aku menghabiskan 3 hari yang indah dalam masa hidupku di Hotel Borobudur untuk mengikuti orientasi bersama applicants lain yang juga sukses mendapatkan beasiswa ke Amerika.
Meskipun sudah menyetel weker, tetap saja aku kesorean bangunnya sehingga harus terburu-buru berangkat ke site conference… itulah istilah yang digunakan Mr. Piet Hendrarjo di undangan PDO yang kuterima. Dengan menumpang taxi Blue Bird (biar terlihat keren dan sekaligus juga nggak malu2in di Hotel Borobudur), aku berangkat dengan membawa tas Ralph Polo berisi pakaian dan juga kosmetik untuk menambah kecantikanku yang luar biasa aduhai ini.
Turun dari taxi aku bergegas memasuki lobi hotel mencari-cari pegawai AMINEF yang ku kenal. Untunglah sang bell boy yang rupanya sudah terhipnotis dengan kecantikanku, menunjukkan meja di sebelah kanan pintu utama, di mana para sesepuh AMINEF sudah menunggu. Dengan segera aku berjalan mendekati mereka. Aku baru menyadari bahwa namaku sangat sakti mandraguna. Hanya dengan menyebutkan namaku saja, aku langsung mendapatkan kunci kamar hotel, uang transport, plus tas ransel berlogo AMINEF – Fulbright berisi buku-buku panduan yang cocok banget untuk dipamerkan (bukan untuk dibaca).
Acara ini diikuti oleh Indonesian grantees dan American grantees. It means ada juga orang-orang Amerika yang datang ke Indonesia, bukan untuk sekolah tapi untuk keperluan research mereka. Itu pula sebabnya hampir semua American grantees ini bergelar Doktor. Saat mengambil tas ransel, aku hampir saja bertabrakan dengan seorang bule kece yang ternyata American grantee. Detik itulah aku segera menyadari betapa beruntungnya diriku, dan betapa selama 3 hari ini aku akan memuaskan mataku dengan beberapa bule ganteng. America, I’m coming…
….to be continued
hai saudara saudara sekalian….
jangan tertipu oleh fotonya lidia…
seolah olah posisinya sama tinggi dengan Mr.McCoy padahal ternyata kakinya nginjak satu lantai anak tangga….
tapi itu wajar…namanya aja bule (ga cerdas banget yah commentnya…)
Hahaha… ketahuan juga, tapi masih mending kan daripada dikiranya foto ternyata video (hanya Isna yang mengerti peristiwa bersejarah ini)
Hahahahha.. Buku untuk di pamerkan??? Paraahhhhhhhhhhh……..
Yah tahu sendiri deh Li, kalau novel detektif ala PD James sih pasti gw baca. Tapi ini buku panduan gitu lohhh….